Penyelenggara Katolik Gelar Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik Kota Bandar Lampung

Balam (Inmas) — Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan guru, Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung melalui Penyelenggara Katolik menyelenggarakan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik Kota Bandar Lampung, kemarin (21/02) di Aula Gereja Santo Yohanes Kedaton.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H. Seraden, M.H, didampingi oleh Kepala Penyelenggara Katolik, Drs. F. Widodo, dan diikuti oleh semua guru pendidikan agama katolik dari Tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK baik PNS maupun Non PNS dengan jumlah 30 (tiga puluh) guru Pakat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Amputua Tampubolon, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 07.30 Wib sampai dengan 16.30 Wib. Dasar kegiatan ini adalah DIPA Tahun Anggaran 2018 (025) Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, SK Kepala Kantor Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Panitia, Narasumber, dan Moderator pembinaan guru pendidikan agama katolik program bimbingan masyarakat katolik Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung.

Narasumber yang akan memberikan materi dalam pembinaan berasal dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H.s eraden, M.H, Pebimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ketua Komisi Pendidikan Kesukupan Tanjung Karang, Penyelenggara Bimas Katolik.

Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H. Seraden, M.H, dalam sambutannya mengapresiasi adanya kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan guru Pakat, meningkatkan kompetensi guru Pakat, sebagai ajang komunikasi, dan tukar menukar informasi, dan sebagai sarana atau ajang tatap muka guna saling meneguhkan dan menguatkan guru PAkat.Ditambahkannya, seorang guru harus memiliki sikap yang baik, karena guru adalah pendidik atau contoh teladan bagi murid, dan guru juga harus mampu membentuk karakter siswa/i dimasa yang akan datang.”Selain itu juga guru adalah pelayanan yang baik bagi murid, maksudnya jadikanlah murid seolah-olah anak kita sendiri, agar murid juga merasa senang dan nyaman dalam belajar,” tuturnya.Dan terakhir Seraden berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan aktif, seraplah ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber untuk dijadikan sebagai acuan maupun bahan ajar kita dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru.(gie/sry)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.