MTsN 5 Kulon Progo Ikuti Manasik Haji di Parangkusumo Bantul

Kulon Progo (MTsN5KP) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru dan karyawan MI/MTs/MA tentang ibadah Haji, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Manasik Haji Guru dan Karyawan MI/MTs/MA se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (21/11), bertempat di Lokasi Manasik Haji PDHI Yogyakarta Parangkusumo, Bantul.

MTs Negeri 5 Kulon Progo menjadi salah satu rombongan peserta dari wilayah Kulon Progo bagian utara. Tempat pemberangkatan guru dan karyawan dibagi menjadi tiga, yaitu di Kalibawang, Nanggulan, dan Wates. Rombongan ikut bersama bus nomor 13 dari total 16 bus yang digunakan. Bus 13 diisi guru dan karyawan dari MTsN 5 Kulon Progo, MI Muh. Grubug, MI Muh. Sendangmulyo, dan MI Ma’arif Brajan. Bertindak sebagai pemimpin rombongan yaitu Sujiyo. Sepanjang perjalanan beliau menjelaskan tentang tata cara urutan manasik haji. Semua peserta laki-laki diwajibkan memakai pakaian ihram sedangkan peserta perempuan agar menyesuaikan yang penting berwarna putih.

Rombongan sampai di Masjid Agung Kulon Progo, Wates sekitar pukul 07.30 WIB. Langsung dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan dari panitia. Kemudian acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kulon Progo yang diwakili Assek 1, Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Jumanto, S.H. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan lagi menuju Kompleks Madrasah Darul Ulum Muhammadiyah Galur. Disini rombongan melaksanakan sholat dhuha bersama-sama. Setelahnya perjalanan dilanjutkan kembali menuju Parangkusumo.

Setibanya di Parangkusumo, terlihat panitia sudah mensetting tempatnya sedemikian hingga menyerupai aslinya. Ada papan bertuliskan Arafah, Mina, ada jumroh ula, wustha, aqabah, dan lain-lain. Gumuk pasir yang ada juga sudah menyerupai gurun pasir aslinya di Arab sana. Bahkan ada replika Ka’bah yang ukurannya cukup besar.

Rombongan dipimpin oleh pemimpin masing-masing sesuai nomor busnya. Rangkaian urutan ibadah disesuaikan dan dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Mengelilingi Ka’bah, berlari-lari kecil, dan lain-lain. Karena cuaca sangat panas dan terik, sebagian besar guru dan karyawan memakai payung. Akan tetapi cuaca yang panas tidak mengurangi semangat peserta rombongan dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Saat masuk waktu sholat dhuhur, peserta rombongan melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah di bawah tenda besar yang tersedia. Setelah sholat, kegiatan selanjutnya yaitu lempar jumroh. Satu persatu pemimpin rombongan mendemonstrasikan urutan dan tatacara pelemparan jumroh yang benar. Dalam hal ini yang dilemparkan bukanlah kerikil, melainkan kacang atau sejenisnya. Pada Rabu (20/11), Ismunandar,S.Pd. pengampu mapel SKI MTsN 5 Kulon Progo, telah menyiapkan bungkusan kacang sejumlah guru dan karyawan yang ikut manasik haji. Beliau menjadi orang yang paling bersemangat dalam kegiatan ini. “Ini sudah dihitung per bungkus jumlahnya 21 kacang, nanti dilempar Pak, jangan dimakan!,” guraunya sambil membungkus kacang.

Usai lempar jumroh, rombongan kembali ke bus masing-masing untuk menempuh perjalanan pulang dan berakhirlah rangkaian kegiatan manasik haji Kabupaten Kulon Progo tahun 2019.  Manasik haji se-Kabupaten ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di DIY. Diharapkan ini menjadi awal dan contoh bagi instansi lain manapun untuk ikut melakanakan kegiatan yang serupa sebagai bentuk kepedulian terkait pengetahuan dan pemahaman tentang ibadah haji. (mic/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.