Hadiri Workshop MTsN 5 Kulon Progo, Kakan Ahmad Fauzi Sampaikan 3 Mantra Kemenag

Kulon Progo (MTsN5KP) – Seorang guru harus senantiasa melakukan peningkatan mutu pembelajaran secara terus menerus agar prestasi belajar peserta didik optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut guru harus dibekali dengan kemampuan meneliti, khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Inilah yang menjadi dasar MTs Negeri 5 Kulon Progo mengadakan workshop penyusunan PTK yang bertempat di Aula KPRI Pepadang, Kalibawang, Sabtu (4/1/2020).

Turut hadir dalam workshop ini, Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H., yang memberikan sambutan sekaligus membuka workshop yang dihadari seluruh guru dan karyawan MTsN 5 Kulon Progo. Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan ada tiga mantra yang harus diketahui, diyakini, dan dijalankan oleh semua pegawai Kemenag.

“Untuk semua pegawai yang bernaung di bawah Kementerian Agama, setidaknya ada 3 mantra yang wajib diketahui dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Yang pertama, terkait dengan moderasi beragama, kedua tentang kebersamaan umat, dan ketiga pentingnya integrasi data,” ungkapnya.

Fauzi menjelaskan, dalam hal moderasi beragama, semua pegawai dituntut untuk tidak memiliki pemahaman radikal. Semuanya harus siap menolak dan mencegah adanya pemikiran-pemikiran yang cenderung ke arah radikalisme.

Terkait kebersamaan umat, semua pegawai harus memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran Kementerian Agama. Ini sejalan dengan slogan Kementerian Agama, yakni Ikhlas Beramal.

Mantra terakhir terkait pentingnya integrasi data agar semua kebijakan berjalan lancar tanpa ada yang dirugikan. Karena data yang tidak akurat tentu akan menimbulkan permasalahan.

Sebagai penutup, Fauzi mengapresiasi diadakannya workshop penyusunan PTK ini, karena salah satu manfaatnya dapat menjadi pendorong dan motivasi bagi guru untuk mulai menumbuhkan semangat menulis. Melihat semangat menulis yang umumnya masih lemah, Fauzi berpesan untuk menghilangkan rasa takut dan menumbuhkan kemauan untuk menulis.

“Hilangkan rasa takut, tumbuhkan kemauan,” pungkasnya. (mic/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.