Rangkaian SLI, MIN 2 Kulon Progo Ubah Sampah Plastik Jadi Hiasan dan Ceruk Ilmu

Kulon Progo (MIN2KP) – Masih dalam rangkaian program kegiatan SLI, MIN 2 Kulon Progo melaksanakan pembuatan ceruk ilmu di kelas masing-masing. Pembuatan ceruk ilmu/pojok baca ini merupakan suatu program yang sudah diagendakan sebelumnya oleh Dompet Dhuafa Pendidikan melalui pendampingan Sekolah Literasi Indonesia, di mana setiap sekolah/madrasah dampingan wajib mempunyai ceruk ilmu baik di tiap kelas maupun di ruang guru. Dengan adanya ceruk ilmu, diharapkan semua warga sekolah/madrasah mempunyai kebiasaan, mau, sering, dan gemar membaca. Kegiatan pembuatan hiasan dan ceruk ilmu berlangsung di madrasah setempat, Jumat (28/2/2020).

Berkaitan dengan hal tersebut, Fitri Asmawati guru kelas 6 MIN 2 Kulon Progo mengajak siswanya untuk membuat ceruk ilmu dan menghias kelas dengan memanfaatkan gelas plastik bekas minuman. Ia mengungkapkan ide pembuatan hiasan dengan gelas plastik ini berawal dari rasa keprihatinan melihat sampah gelas plastik yang cukup banyak di MIN 2 Kulon Progo. Menurutnya gelas-gelas plastik tersebut dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kegiatan dimulai dengan pengambilan dan pengumpulan gelas-gelas plastik dari tempat sampah bersama siswa. Kemudian gelas dicuci bersih dan dipilah berdasarkan warna, jenis, dan ukuran. Untuk selanjutnya gelas plastik dipotong dan dibentuk sesuai dengan tujuan pembuatan. Ada yang dibentuk bunga, ada juga yang dirangkai menjadi hiasan gantung. “Tidak banyak alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan hiasan tersebut. Hanya butuh gelas plastik bekas, gunting, dan steples. Yang tidak kalah penting adalah niat, kemauan, dan tindak lanjut,” ungkap Fitri.

Kegiatan tersebut dimaksudkan agar para siswa mempunyai rasa peduli lingkungan dan kreatif. Selain itu, membuat hiasan dari gelas plastik bekas juga melatih siswa untuk terbiasa berhemat, hidup bersih, tekun, teliti, dan hati-hati.  “Indah itu tidak harus mahal. Indah itu kreatif,” imbuhnya.

Tata, salah satu murid kelas 6 mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Menurutnya ini adalah pertama kali ia diajak berkreasi membuat hiasan dari gelas plastik bekas. “Ini sangat asyik, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Purnaida, S.Ag guru kelas IB melibatkan orang tua/wali murid untuk membuat ceruk ilmu di kelas yang diampunya. Munurut Purnaida, agak sulit jika hanya melibatkan guru dan siswa. “Siswa kelas I masih terlalu kecil dan belum bisa banyak berkreasi. Namun demikian kami tetap melibatkan siswa dengan didampingi orang tua masing-masing. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran paguyuban orang tua murid dan guru,” kata Purnaida.

Kepala MIN 2 Kulon Progo, Etik Fadhilah Ihsanti, S.Pd.I., M.Pd. sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Menurut Etik, kegiatan ini perlu dikembangkan. “Selain membuat siswa kreatif, pemanfaatan barang-barang bekas dapat mengurangi sampah, dan tentunya membuat kelas menjadi lebih indah dan berwarna,” ungkapnya.

Etik juga berharap peran paguyuban orang tua murid dan guru tidak hanya berhenti di sini, bukan hanya karena ada SLI. Sehingga ke depan MIN 2 Kulon Progo menjadi lebih solid dan lebih maju menuju Madrasah Hebat Bermartabat. (fas/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.