Tanamkan Pendidikan Karakter, MIMAGA Programkan Pembiasaan

Kulon Progo (MIMAGA) – Pengembangan pendidikan karakter saat ini telah menjadi sebuah keharusan bagi semua lembaga pendidikan untuk merespon berbagai persoalan sosial-budaya yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya persoalan korupsi, anarkisme, sekratianisme, serta rendahnya toleransi. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha yang ditujukan untuk menanamkan kembali nilai-nilai dasar keagamaan dan kebangsaan yang telah lama menjadi spirit dan inspirasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Yang Maha Pencipta, Allah SWT (Hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas), diri sendiri, lingkungan.

Kepala MIMAGA, Pertiwi Endah Pamungkas, SE, S.Pd menyampaikan  dalam sosialisasi Program Penanaman Pendidikan Karakter di awal tahun pelajaran 2019/2020 yang diikuti oleh seluruh wali murid kelas I-VI, dan juga wali murid TK Masyitoh Garongan.  Melalui Pembiasaan di MI Ma’arif Garongan dalam hal penanaman pendidikan karakter yang  sampai saat ini telah berjalan telah menerapkan  metode pembiasaan yang merupakan satu dari macam-macam metode pembelajaran yang dilakukan oleh siswa-siswi MIMAGA.  “Hal ini merupakan sesuatu yang secara sengaja dilakukan secara berulang kali supaya bisa dijadikan kebiasaan. Metode pembiasaan ini memiliki inti pengalaman, sebab yang dibiasakan tersebut adalah sesuatu yang sedang diamalkan. Inti dari kebiasaan ini adalah pengulangan dan pembiasaan akan menempatkan manusia sebagai sesuatu yang istimewa,  bisa melekat dan spontan,  serta bisa dilakukan dalam setiap pekerjaan,” terang Endah.

Dalam menanamkan  Pendidikan Karakter, MIMAGA telah melaksanakan pembiasaan rutin yang dilakukan siswa-siswi MIMAGA dalam menanamkan Pendidikan karakter antara lain: pagi dimulai pukul 06.50 seluruh siswa kelas I-VI berbaris di halaman, menyapa guru dan teman-temannya menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Jawa. Selanjutnya bersalaman dengan guru secara antri sambil membaca Solawat Nabi Muhammad dilanjutkan masuk kelas masing-masing. “Di dalam kelas hormat kepada sang merah putih dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa mau belajar kemudian  dilanjutkan membaca ayat suci Alqur’an Juz 29 dan 30 sesuai pembagian kelas. Kelas 4 membaca Surat Al-Mulk, Al-Qolam, Al-Haqqoh, dan Al-Ma’arij. Kelas 5 Surat  Nuh, Al-Jin, Al-Muzammil , Al-Mudatsir. Sedang untuk kelas 6 membaca Surat Al-Qiyamah, Al-Insan, dan Al-Mursalat. Kegiatan tersebut dibersamai oleh guru kelas masing-masing dilanjutkan Nadhom Asmaul Husna serta sholat dhuhur berjamaah,” imbuhnya.

“Pembiasaan saat istirahat  siswa-siswi MIMAGA melaksanakan shalat dhuha dengan jadwal perkelas, kemudian pembiasaan yang lain adalah berkomunikasi dengan santun antar teman, membiasakan salaman dan menyapa ketika bertemu guru, dan juga makan minum selalu dalam keadaan duduk,” lanjut Endah.

Diakhir pembelajaran sebelum siswa-siswi MIMAGA meninggalkan madrasah serentak seluruh siswa menghafalkan bacaan shalat yang dibimbing oleh guru kelas masing-masing. MIMAGA Madrasah Hebat Bermartabat. (ama/abi).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.