Corona Makin Meluas, MTsN 5 Kulon Progo Rutinkan Semprot Disinfektan

Kulon Progo (MTsN5KP)  – Sebagai langkah antisipasi dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meluas, MTsN 5 Kulon Progo kembali mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan di lingkungan madrasah setempat, Selasa (21/04/2020) pagi. Kegiatan ini dirasa sangat perlu untuk dilakukan mengingat kasus corona atau yang juga disebut Covid-19 ini masih terus bertambah dan belum menunjukan tanda-tanda akan mereda.

Petugas yang melakukan kegiatan penyemprotan kali ini terdiri dari dua orang pegawai madrasah dengan diawasi langsung oleh Kamad, Asnah Al Amien. Salah satu petugas, Sunarto, menyebutkan bahwa kegiatan ini dimulai sejak pagi dan menghabiskan total tiga jerigen disinfektan.
“Penyemprotan dilakukan di semua gedung dan area yang ada di madrasah dengan total menghabiskan tiga jerigen disinfektan,” jelasnya.

Sementara itu, dilansir dari laman corona.jogjaprov.go.id, sampai Selasa (21/4/2020), total orang yang dinyatakan positif Covid-19 berjumlah 72 pasien dan 216 orang lainnya masih menunggu hasil uji lab, dengan sebagian besar berasal dari daerah Kota Yogyakarta dan daerah padat penduduk lainnya di DIY. Daerah dimana MTsN 5 Kulon Progo berada, yakni Kapanewon Samigaluh, jumlah kasusnya terbilang sedikit jika dibandingkan dengan kota. Karena memang aktivitas warga tidak sepadat di kota sehingga kontak fisik yang merupakan penyebab penularan virus bisa diminimalisir. Namun hal ini tak lantas membuat MTsN 5 Kulon Progo terlena, antisipasi tetap harus dilakukan demi kenyamanan bersama yakni dengan mengadakan kegiatan penyemprotan ini.

Salah satu guru MTsN 5 Kulon Progo, Mahendra Ichsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk terus dilakukan mengingat wabah corona yang semakin meluas. “Saya pikir kegiatan penyemprotan ini harus rutin dilaksanakan selama wabah corona belum mereda demi kenyamanan dan keselamatan bersama, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Apalagi ini virus jenis baru yang sangat berbahaya dan belum ditemukan obatnya,” tandasnya.

Lebih lanjut menurut Mahendra bahwa dengan adanya kemungkinan WFH (Work From Home) yang kembali diperpanjang, maka seluruh siswa juga masih akan melanjutkan belajar di rumah. “Pihak madrasah telah melakukan beberapa kali penyemprotan disinfektan dan berencana untuk terus melakukan kegiatan ini secara rutin agar nantinya diharapkan ketika siswa kembali masuk, kondisi lingkungan madrasah tetap steril dan aman, sehingga siswa maupun guru merasa aman,” pungkasnya. (mic/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.