Sinau Bareng Lagi, Guru MTsN 4 Kulon Progo Maksimalkan PAT dengan Google Classroom

Kulon Progo (MTsN4KP) – Isi waktu selama perpanjangan Work From Home, Kurikulum MTsN 4 Kulon Progo inisiatif adakan Sinau Bareng tentang bagaimana memanfaatkan fasilitas google classroom untuk pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) bagi siswa kelas VII dan VIII. Hal tersebut digencarkan lagi dikarenakan adanya perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa madrasah, yang akan diperpanjang hingga 26 Juni 2020 mendatang. Acara ini dilaksanakan dua hari, Selasa-Rabu (2-3/6/2020) bertempat di ruang guru MTsN 4 Kulon Progo, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan duduk berjarak, serta mengaplikasikan sanitizer. Peserta juga dibatasi, dalam satu sesi diperuntukkan 10-15 guru saja.

Kepala Madrasah, Drs. Sukarlan mengatakan bahwa dalam hal ini para guru diharapkan memanfaatkan teknologi yang ada untuk tetap menjamin mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini. “Kita bisa tetap memanfaatkan sistem daring bagi siswa yang telah memiliki fasilitas dan juga terjangkau oleh sinyal. Sebab berdasarkan geografisnya, banyak siswa yang tinggal di daerah yang tidak ada jaringan/sinyal sama sekali. Ini juga seharusnya menjadi perhatian kita bersama,” kata Sukarlan saat membuka acara tersebut.

Pertemuan terbatas semacam ini telah diuji coba di MTsN 4 Kulon  Progo sebagai wujud adaptasi para guru dan pegawai apabila kebijakan New Normal telah benar-benar diterapkan Kanwil Kementerian Agama DIY.

Thoha Elfaiz selaku fasilitator acara tersebut menekankan pentingnya saling membantu meng-upgrade kemampuan guru untuk memanfaatkan IT, salah satunya pemanfaatan aplikasi google classroom untuk penyelenggaraan PAT di tahun ini. “Sebenarnya Bapak Ibu guru sudah banyak yang menggunakan aplikasi ini. Hanya kali ini kita refresh kembali, dan dimaksimalkan untuk upload soal PAT yang sudah disusun di MGMP masing-masing mata pelajaran sebelumnya. Selain Thoha Elfaiz, belajar bersama tersebut juga difasilitasi oleh guru termuda di madrasah tersebut, Rahmi Purwitaningrum, S.Pd., guru mata pelajaran Matematika yang juga pro aktif dalam berbagai pelatihan berbasis IT.

Selain memanfaatkan google classroom untuk kegiatan PAT, madrasah juga tetap memfasilitasi bagi siswa yang terkendala sinyal atau fasilitas, sehingga siswa dimungkinkan melaksanakan PAT secara luring. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia PAT, Sridadi. “Orangtua dipersilakan mengambil soal PAT ke madrasah, sesuai jadwal yang telah dibagikan. Jadwal pengambilan sudah diatur, agar para orangtua tidak antri dan terjebak dalam kerumunan,” ungkapnya.

“Setelah didata, hanya sebagian kecil saja siswa yang terpaksa tidak bisa menggunakan aplikasi daring untuk mengerjakan soal PAT,” pungkas Sridadi. (siw/abi)

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.