Dihadiri Pengawas, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Workshop dan Uji Publik KTSP

Kulon Progo (MTsN5KP) – Di sela liburan semester genap, MTsN 5 Kulon Progo menggelar workshop dan uji publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun pelajaran 2020/2021. Workshop yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan ini digelar di Laboratorium IPA madrasah setempat, Rabu (8/7/2020).

Seluruh rangkaian kegiatan workshop diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan demi mencegah penyebaran Covid-19.
Turut hadir pada workshop ini, Pengawas Madrasah Kulon Progo, Barokatussolihah, S.Ag., M.S.I. serta Ketua Komite MTsN 5 Kulon Progo, Budi Hutomo Putro.

Workshop diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars madrasah serta pembacaan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama. Materi uji publik KTSP madrasah disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Ari Yulianti, SS., M.Pd. yang baru saja ditunjuk menjadi Waka Kurikulum baru di tahun ajaran 2020/2021.

Salah satu materi yang disampaikan Ari yakni tentang adanya integrasi antara kurikulum madrasah dengan 4 hal terkait pendidikan karakter. “Kurikulum kita akan diintegrasikan dengan pendidikan karakter, yakni pemahaman moderasi beragama untuk menangkal radikalisme, pendidikan anti korupsi, bisa dengan pembuatan poster dan mengadakan kembali kantin kejujuran, pendidikan anti narkoba yang bekerjasama dengan Puskesmas dan Kepolisian seperti tahun-tahun sebelumnya, dan yang terakhir adalah pengembangan budaya literasi dengan membuat area pojok membaca di setiap sudut madrasah,” terang Ari.

Ari menambahkan adanya tambahan kurikulum darurat menghadapi pandemi Covid-19. Pembelajaran akan dimodifikasi, diantaranya dengan mengadakan pembelajaran dengan sistem shift. Atau bisa lewat daring menggunakan aplikasi e-learning buatan madrasah.

Ketua Komite, Budi Hutomo Putro tertarik dan mendukung adanya program pendidikan karakter di MTsN 5 Kulon Progo. Budi mengatakan di Kulon Progo sendiri ada Perda yang membahas tentang pendidikan karakter.
“Di Kulon Progo ini ada Peraturan Daerah No. 18 tahun 2015 tentang pengelolaan pendidikan karakter. Harapannya dengan adanya Perda itu dapat membawa pada penguatan karakter dan ideologi. Sekarang ini anak lebih enjoy dengan gadget dan medsos. Dengan pendidikan karakter dan ideologi, Insya Allah bisa mengatasi kecanduan anak terhadap gadget,” jelas Budi yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo.

Sesi terakhir diisi oleh pengawas Barokatussolihah. Sebelum menyampaikan materinya, Ika (sapaan akrabnya) membacakan salah satu geguritan yang ada di dalam buku antologi geguritan terbarunya yang berjudul Kembang Mawar Putih. Yang luar biasa, buku ini merupakan bukunya yang ke-56 sejak mulai aktif menulis.
Ika memberi arahan kepada guru untuk menyiapkan 3M ketika akan memasuki kelas, yaitu Menata rasa, Menata hati, dan Menata kata.

“Mengapa 3M ini penting dilakukan? Karena saat masuk kelas itu merupakan ujian sesungguhnya bagi guru. Sehingga apapun yang akan kita berikan harus dipersiapkan serta dibarengi dengan keikhlasan hati,” tandas Ika.

Di akhir penyampaian materinya, Ika memberikan sebuah pesan yang cukup menyentuh. “Jangan bertanya apa yang telah madrasah berikan untuk kita, tetapi tanyakan apa yang sudah kita berikan kepada madrasah,” pungkasnya.

Untuk kesiapan menghadapi era New Normal, MTsN 5 Kulon Progo telah banyak berbenah baik dari segi infrastruktur maupun program pencegahan. Mulai dari pengadaan wastafel di beberapa titik hingga pengadaan alat pengukur suhu. Madrasah juga telah melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin sejak awal pandemi hingga saat ini. (mic/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.