Gabung di KYM, Guru MTsN 6 Kulon Progo Lahirkan Buku Puisi Solo

Kulon Progo (MTsN6KP) – Setelah melalui proses panjang, akhirnya 3 guru MTsN 6 Kulon Progo, Sutanto, Ani Romadhoni, dan Nursinah bersama ratusan peserta workshop daring di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Yuk Menulis (KYM) berhasil melahirkan karya buku puisi solo. Workshop yang diikuti  234 peserta  tersebut dilaksanakan tujuh hari (24-30/6/2020). Mereka tinggal menunggu proses cetak buku Agustus 2020 ini.

Founder KYM, Vitriya Mardiyati menjelaskan bahwa sampai Ahad (26/7/2020) ada 164 naskah yang covernya sudah jadi, 26 antre cover, dan sisanya dalam tahap edit.

 

Untuk menerbitkan buku prosesnya tidak rumit, naskah wajib ada urutan: judul dan nama penulis, editor, persembahan/kata pengantar, isi naskah, profil penulis berupa deskripsi dan foto. “Setelah dikirim akan diperiksa sesuai dengan visi misi KYM, jika dinyatakan lolos diminta membeli 10 buku. Di KYM baik cover, ISBN, lay out, sertifikat semuanya free,” ujar Vitriya.

Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo, Sutanto, merasa puas bergabung di KYM, setelah sebelumnya berhasil menerbitkan buku solo cerita anak, sekarang karyanya yang berjudul “Nada-nada Cinta” berisi 52 puisi siap diterbitkan. “Rasanya hampir tidak percaya bisa menerbitkan buku solo. Dulu hanya impian, dengan gabung di KYM menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Guru Bahasa Inggris MTsN 6 Kulon Progo, Ani Romadhoni membuat puisi berjudul “Syair Kehidupan dalam album Kenangan” berisi 40 puisi. Dia sangat senang dan bahagia bisa bergabung dengan KYM, yang dikenalkan oleh rekan yaitu Sutanto yang sudah gabung lebih dulu. “Di KYM serasa keluarga , bisa saling tukar pengalaman, bahkan kadang curhat juga diperbolehkan. Saat pembimbingan serasa ngobrol dengan teman, tak terasa beban namun termotivasi untuk berkarya. Saling support antar anggota sangatlah terasa sehingga saat ada rasa ragu, tumbuh semangat baru,” ucapnya.

“Saat menunggu cover begitu adalah moment yang ditunggu-tunggu. Kebahagiaan tak terkira begitu melihat cover dan saling mengucap selamat layaknya telah melahirkan putra/putri yang dinantikan. Pokoknya seru dan bangga telah berkarya apalagi buku solo.” imbuhnya.

Senada dengan dua rekannya, Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Kulon Progo, Nursinah merasakan mendapat banyak kemudahan menulis buku solo setelah bergabung di KYM. “Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan 40 puisi yang berjudul “Kerinduan dan Kenangan”, tepat waktu. Dalam workshop terasa seperti keluarga, saling memotivasi dan menguatkan,” katanya.

Sementara itu Guru SD Lempuyangwangi, Giyoto yang membuat buku ”Kisah Sang Pemungut Kata” berisi 42 puisi, merasakan kesan yang luar biasa gabung di komunitas yang berdiri sejak 2006 tersebut. Selain bertambah saudara, tambah wawasan.

Sedangkan PNS DLH Nunukan sekaligus Dosen Poltek Nunukan, Joned membuat judul “Ketika Kukisahkan Kembali Kisah Kita Dengan Penuh Kasih (Puisi Romansa Pisces dan Aquarius) berisi 50 puisi. Ia memiliki kesan tersendiri bergabung dengan komunitas yang beranggotakan berbagai profesi tersebut. “KYM menjadi komunitas yang sangat positif dan produktif bagi siapa saja untuk berkarya. Ekosistem di KYM membuat semua anggota bisa nyaman  hidup, beradaptasi dan berkarya melalui supporting system yang sangat baik.”

Di sisi lain, perempuan yang berprofesi Broadcaster, Dosen, Motivator, Trainer, Hypnotherapist, Parenting Advisor dari Magelang, Fuzna Marzuqoh, juga turut serta membuat buku solo dengan titel “Sederet Kata Sepenuh Cinta”  berisi 44 puisi. “Alhamdulillah,   gabung dengan KYM memberikan pencerahan dan energi positif. Ini adalah buku solo yang ketiga,” serunya bahagia. (tan/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

1 reply
  1. Ani Romadhoni
    Ani Romadhoni says:

    Barrokaloh , Terima kasih dah diberi kesempatan oleh pak Tanto .Pak Sutanto telah membukakan jalan untuk berkarya dan mengenal dunia literasi dan menambah silaturahmi

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.