Kasi Dikmad Pantau PPDB di MTsN 1 Kulon Progo

 

Kulon Progo (MTsN1KP) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulon Progo, Dra. Hj. Sulasmi, M.A., didampingi staf memantau pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021. Kebetulan pada saat yang sama sedang dilaksanakan tes penempatan kelas di MTsN 1 Kulon Progo, Kamis (9/7/2020).

“Tes ini dilaksanakan dalam rangka penempatan kelas akademik pada tahun pelajaran 2020/2021 untuk kelas VII,” ungkap Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Legiman,M.S.I.

“Tahun ini memang MTsN 1 Kulon Progo rencananya akan menjadi madrasah unggul sehingga perlu menyiapkan kurikulum dan kelas yang akan diunggulkan termasuk kelas akademik ini, lanjutnya.

Kasi Dikmad berharap agar dengan tes tersebut dapat menunjukkan eksistensi madrasah binaannya tersebut. “Semoga dengan adanya tes ini, semakin menunjukkan eksistensi MTsN 1 Kulon Progo dalam kompetisi di tingkat kabupaten. Terbukti dengan animo masyarakat dalam pendaftaran PPDB tahun ini,” tuturnya.

Kasi Dikmad juga menyampaikan arahan tentang persiapan akreditasi perpustakaan, dan program madrasah unggul tahun ini. Terlebih program tahfiz tetap harus menjadi ruh madrasah dan tetap memegang visi misi madrasah yang ada. Dalam kesempatan itu Sulasmi juga menyampaikan bahwa koordinasi ke dalam harus mantap untuk menjaga kekompakan. Selain itu, prinsip transparansi dan kerja sama dengan semua pihak harus tetap dijaga.

Dalam tes penempatan ini semua siswa baru diwajibkan mengikuti tes. Materi tes berupa soal standar ujian akhir SD, yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia (20), IPA (15), dan Matematika (15) soal. Soal juga dilengkapi dengan psikotes sejumlah 25 butir.

“Dari hasil ini nanti akan diambil 32 siswa terbesar sehingga mereka akan masuk kelas unggulan. Setelah tes selesai, diadakan tes baca Al Quran. Tes ini hanya sebagai pemetaan kelas dan penanganan siswa lebih lanjut bagi yang belum lancar membaca Al-Qur’an,” papar Marsidi, S.Pd., selaku ketua panitia PPDB tahun ini.

Pelaksanaan tes penempatan ini juga tetap memperhatikan SOP Protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satunya adalah dengan melaksanakan tes ini dalam dua gelombang sehingga tidak terjadi penumpukan massa yang terlalu banyak. Dalam satu ruang hanya diisi oleh maksimal 16 siswa dan 2 guru pengawas/penguji. Pada gelombang I peserta ujian sebanyak 88 siswa dan gelombang II ada 72 siswa. “Tercatat peserta gelombang I masuk semua dan 3 siswa gelombang II tidak dapat mengikuti tes dengan izin. Siswa yang tidak mengikuti ini secara otomatis masuk ke kelas reguler,” jelas Marsidi.

“Semoga ke depan MTs semakin bagus, sehingga dapat bersaing dengan SMP lain di wilayah Wates,” harap salah satu orang tua siswa yang menunggui anaknya mengikuti tes ini. (smd/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.