Tiga Guru MTsN 6 Kulon Progo Sebuku dengan Ustadz Yusuf Mansyur

Kulon Progo (MTSN6KP) – Tiga guru MTsN 6 Kulon Progo, Ani Romadhoni, Nursinah dan Sutanto berhasil lolos seleksi menulis kisah inspiratif kolaborasi dengan ustad Yusuf Mansyur.

Menurut Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM), Vitriya Mardiyati bahwa ketiganya menjadi bagian antara 90 penulis yang dinyatakan lolos dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi dan diumumkan terakhir, Selasa (18/8/2020). “Saya senang, guru MTsN 6 Kulon Progo makin banyak yang masuk menjadi anggota KYM. Untuk even kolaborasi menulis dengan Ustadz Yusuf Mansyur mereka juga ikut,” urainya.

Ani Romadhoni menulis kisah “Ada Hikmah di balik Musibah” yang bercerita tentang kiat menghadapi Virus Corona, dalam posisinya sebagai guru di madrasah maupun sebagai ibu di rumah. Sebagai guru harus bisa mengajar dengan berbagai cara, salah satunya google form dengan WhatsApp group sebagai perantara. “Sebagai Ibu saya juga merasakan dampak Corona . Harus mendampingi anak-anak belajar dari rumah . Banyak kendala bila tugas bebarengan namun dijalani bersama. Hikmah dari pandemi bisa lebih dekat dengan suami dan anak-anak, banyak waktu untuk bekerja sambil bercengkrama bersama keluarga tercinta,” paparnya.

Hikmah lain bisa bergabung dalam penulisan antologi puisi bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM) hingga menerbitkan buku karya solo berupa kumpulan puisi. “Rasa senang dan bangga saat ada tawaran menulis bareng Ustadz Yusuf Mansyur. Memang musibah tidak harus resah, tetapi diambil hikmahnya,” ungkap Ani dengan bangga.

Nursinah mengisahkan tentang suka duka menjalani pembelajaran jarak jauh di masa corona. Menurutnya guru harus bisa dan tertantang untuk membuat variasi media pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan. Guru juga sedih karena tidak semua siswa bisa mengakses materi dan mengerjakan tugas yang disampaikanya, sehingga siswa yang malas atau kurang aktif tidak bisa menyelesaikan tugas dengan maksimal.

Sedangkan Sutanto berkisah bahwa dengan adanya pandemi memotivasi dirinya untuk bisa menjadi teladan dalam keluarga, masyarakat maupun sebagai guru di madrasah. Sisi positif dari pandemi dapat lebih sering berkumpul bersama keluarga, sehingga dapat lebih intensif memantau keseharian anak dan pendidikan yang ditempuhnya.

Sambil melakukan pembelajaran secara daring bisa berkenalan dengan KYM dengan ribuan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dari berbagai latarbelakang profesi.
“Alhamdulillah dari wokshop cerita anak yang difasilitasi KYM, saya berhasil menerbitkan buku solo yang berjudul Anggrek Vanda Untuk Bunda. Kemudian berlanjut dengan buku Solo kumpulan puisi berjudul Nada-nada Cinta. Dan yang paling membuat senang dapat mengajak siswa, guru dan pegawai di MTsN 6 Kulon Progo membuat buku antologi puisi berisi 102 puisi dalam berbagai tema. Inisiatif saya mendapat sambutan positif dari siswa dan teman guru. Meski baru sedikit yang berpartisipasi, namun saya anggap sebagai awal yang bagus untuk pembuatan buku di waktu mendatang,” tandas Sutanto.

Kepala Madrasah, Imam Syamroni, S.Pd. menyambut baik keberhasilan tiga guru di madrasahnya yang lolos berkolaborasi dengan Ustadz Yusuf Mansyur. ”Saya senang bapak ibu guru dapat bergabung di komunitas literasi yang solid, semoga makin banyak karya yang dapat dihasilkan serta mampu menginspirasi siswa dan guru/pegawai,” ungkap Imam. (tan/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.