Pendataan Seni Islami, Banyak Hikmah Moderasi Beragama

Kulon Progo ( KUA Girimulyo) – Seksi Bimas Islam Kankemenag Kulon Progo melaksanakan pendataan seni Islami. Banyak hikmah yang bisa diambil melalui seni Islami tersebut dari sisi moderasi beragama. Kasi Bimas Islam Kankemenag Kulon Progo, H. Saeful Hadi, S.Ag. M.Pd.I. menyampaikan hal itu di sela-sela kegiatan pendataan seni Islami tersebut di Sayam, Sonya, Jatimulyo, Girimulyo, Selasa (1/9/2020) siang.

“Banyak hikmah yang bisa diambil. Seni Islami dapat meningkatkan kerukunan beragama, menciptakan kebersamaan, dan saling membantu. Seni Islami juga dapat memupuk keberagaman dalam perbedaan yang saling mendukung dan akan menghasilkan harmoni yang sangat baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya bahwa dengan seni Islami akan terpupuk rasa moderasi beragama, kerukunan, keragaman, dan kesepadanan. Umat yang heterogen akan tetap bersaudara dan saling menguatkan.

“Harapannya syiar agama akan semakin kuat dengan seni. Selain itu dapat memotivasi jamaah untuk bergabung, serta menjadi daya pikat bagi umat lain untuk lebih mengenal indahnya Islam, dan lebih mencintai seni budayanya,” pungkas Saeful.

Sementara itu, Ketua grup shalawat Al Barokah, Siswanto melaporkan bahwa kelompoknya telah berdiri sejak tahun 2005. Anggotanya 50 orang, dan latihan tiap malam senin. “Alat yang lama sudah rusak, dan baru saja menerima bantuan dari Al Azhar Yogyakarta. Kami pernah tampil dalam Gelar Budaya Jatimulyo, dan hajatan kemasyarakatan,” tuturnya.

Sedangkan Ketua grup shalawat Kalimosodo, Suparno menyampaikan bahwa grupnya berdiri sejak tahun 2007. Latihan lapanan tiap malam Ahad pon dengan 25 anggota. “Namun saat ini alatnya rusak, sehingga latihan terganggu. Kami juga pernah tampil di Kokap dalam acara TMMD, pentas di Alun-alun Wates, peresmian Masjid di Gunungkelir, dan kemasyarakatan,” papar Suparno. (rul/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.