MTsN 6 Kulon Progo Beri Santunan Siswa

Kulon Progo (MTsN6KP) – Dalam rangka memeringati Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam, MTsN 6 Kulon Progo mengadakan santunan untuk 13 siswa yatim/piatu dan pengajian di musala madrasah setempat menghadirkan Ketua MGMP Quran Hadis MTs Kulon Progo Isnandar, S.Th.I, Rabu (16/9/2020).

Waka Humas Ani Roomadhoni, S.Pd. menjelaskan, bahwa rencananya kegiatan tersebut diagendakan tanggal 1 Muharam 1442 H, tetapi karena pencegahan penyebaran virus di wilayah sekitar madrasah, maka baru dapat dilaksanakan Rabu (16/9/2020).

Alunan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Abi Kusno, salah satu guru MTsN 6 Kulon Progo mengawali kegiatan penyerahan santunan.

Dalam sambutannya Kepala Madrasah, Imam Syamroni, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin di madrasah ini, dan di masa panfemi Covid-19 harus tertunda. “Agenda santunan anak yatim/piatu dan pengajian tahun baru Islam merupakan agenda rutin di madrasah ini, dan mohon maaf untuk kali ini tertunda karena adanya pandemi Covid -19. Selanjutnya bantuan ini semoga dapat meringankan beban mereka, apalagi dimasa sulit sekarang ini. Kali ini kami sengaja mengundang wali siswa dari penerima agar ikut mengantar dan mendampingi putra putrinya,” papar Imam.

Acara dilanjutkan menyerahkan santunan langsung kepada ke -13 siswa baik yatim, piatu, maupun yatim piatu oleh kepala Madrasah.

Miftahul Munir sebagai ketua kegiatan ini menyampaikan bahwa ada 13 siswa yatim dan piatu yang terdata dari sejumlah siswa yang ada di Madrasah. “Kami sudah mendata siswa yatim , piatu dan yatim piatu terkumpul sejumlah 13 siswa berdasarkan data wali kelas,” jelas Munir.

Selain mendapatkan santunan dari dana ZIS, ketigabelas siswa juga mendapatan santunan dari 2 orang guru berupa uang, beras,sarung dan mukena.

Dalam tauziahnya Isnandar mengungkapkan bahwa bulan Muharam termasuk diantara 4 bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT. Muharam adalah bulan mulia namun di masyarakat ada yang menghindari mengadakan acara pernikahan atau untuk bergembira. “Ada yang berpendapat bahwa mereka menghindari untuk bergembira disebabkan Muharam adalah bulan duka cita karena bulan itu cucu Rasulullah Hasan Husein dibunuh. Selain itu, banyak peristiwa penting dari para nabi, diantaranya: Nabi Ibrahim selamat dari Api Raja Namrud, Nuh selamat dari banjir bandang, Yunus selamat dari ikan laut, Adam bertemu kembali dengan Hawa,” terangnya.

“Dengan datangnya tahun baru artinya kita masih diberi kesempatan Allah menikmati hidup di dunia. Jangan dibiarkan berlalu begitu saja, namun mesti diiisi dengan peningkatan ibadah kita. Bulan ini bagus digunakan untuk muhasabah atas kekurangan diri kita sehingga di waktu mendatang kita akan menjadi insan yang lebih baik. Gunakanlah bulan ini untuk perbaikan diri menuju lebih baik. Tahun baru adalah momentum menjadi lebih baik agar menjadi orang yang beruntung yaitu golongan orang yang hari ini lebih dari hari kemarin,” pungkasnya. (tan/abi).

Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.