Evaluasi Layanan Haji, Kakan: Kemenag Berupaya Tingkatkan Layanan

Kulon Progo (Kankemenag) – Pandemi Covid-19 belum berakhir, tahun 2020 tidak ada pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Namun demikian Kemenag tetap berupaya untuk meningkatan pelayanan terhadap jamaah haji. Hal itu disampaikan Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H. saat memberikan sambutan pada rapat evaluasi pelayanan haji yang berlangsung di Aula Menoreh kantor setempat, Senin (16/11/2020) pagi.

“Meski tahun ini tidak ada pemberangkatan dan pemulangan haji karena pandemi, namun Kemenag terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah. Proses pendaftaran, pelayanan kesehatan, bimbingan, pembatalan, maupun pelimpahan porsi tetap bisa kami layani,” tegas Kakan.

Lebih lanjut menurut Fauzi, bahwa layanan haji menjadi salah satu program unggulan di Kemenag. “Pelayanan kepada jamaah haji terus kami tingkatkan sampai tataran kapanewon. Salah satunya adalah dengan pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji di tiap KUA kapanewon. Sampai saat ini dari 12 KUA yang ada di Kulon Progo, sudah 7 KUA yang di bangun,” imbuhnya.

Selain itu menurutnya, untuk layanan pendaftaran juga terjadi peningkatan. Dulu seorang jamaah yang mau mendaftar haji harus bolak-balik. Minimal 2 kali ke Bank Penerima Setoran, dan 3 kali ke Kankemenag. “Sekarang cukup sekali datang ke Kankemenag sudah bisa terlayani untuk proses pendaftaran. Hal ini karena telah terjalin kerjasama antara Kankemenag dengan beberapa BPS BPIH,” tambahnya lagi.

Terkait pelimpahan nomor porsi bagi jamaah yang meninggal dunia atau sakit permanen, Kakan menjelaskan bahwa semua akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Pelimpahan nomor porsi hanya bisa diberikan kepada suami/istri, anak kandung, orangtua kandung, maupun saudara kandung,” terangnya.

Sedangkan untuk pemberangkatan jamaah haji tahun 2021 dimungkinkan akan tiga skenario. Namun sampai saat ini belum diputuskan ketiga skenario tersebut. Ada kemungkinan jamaah akan diberangkatan full/penuh. Namun hal ini kemungkinannya masih sangat tipis melihat kondisi pendemi yang sampai saat ini masih fluktuatif. Skenario kedua jamaah diberangkatkan sebagian, untuk melakukan jaga jarak, karantina, dan mempertimbangkan kapasitas tempat. Sedang yang ketiga keberangkatan jamaah haji kembali ditunda/tidak diberangkatkan. “Ini tentu harus dipertimbangkan dengan matang untuk meminimalisir akibat yang timbul dari keputusan yang diambil,” pungkas Kakan.

Rapat evaluasi pelayanan haji dipandu oleh Plh. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang juga Kasi Bimas Islam, H. Saeful Hadi, S.Ag. M.Pd.I. Sementara peserta berasal dari Puskesmas, KBIH, BPS BPIH, Petugas Kloter, dan Dinas Dukcapil. Mengingat kapasitas ruangan, untuk memenuhi protokol kesehatan maka evaluasi dibagi menjadi 2 hari, Senin dan Selasa (16 dan 17/11/2020) dengan peserta yang berbeda.  (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.