MIM Grubug Ikuti Pelatihan Seribu Guru Siaga

Kulon Progo (MIM Grubug) – Ancaman bencana di madrasah tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Dengan demikian perlu dilakukan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada warga madrasah. Oleh karena itu, guru-guru MI Muhammadiyah Grubug mengikuti pelatihan seribu guru siaga dengan materi sistem peringatan dini.  Hal itu disampaikan salah satu Guru MI Muhammadiyah Grubug, Inkasari Oktaviana di sela-sela pelatihan yang diikuti secara virtual di madrasah setempat, Rabu (25/11/2020) pagi.

“Peringatan dini dilakukan untuk mengetahui waktu datangnya bencana yang dapat diantisipasi, dan peringatan alam, atau peringatan dari sumber resmi. Sehingga ketika terdapat tanda bahaya madrasah dapat melakukan peringatan dini oleh penanggungjawabnya,” ungkap Inka.

Guru MI Muhammadiyah Grubug yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 4 guru. Peringatan dini ditentukan dengan fase peringatan dan tanda bahaya sesuai fase bencana. “Fase peringatan dapat dilakukan 1 fase, 2 fase, atau 3 fase, kemudian ditentukan tanda bahaya untuk membuat peringatan dini,” imbuhnya.

“Kami berharap guru-guru MI Muhammadiyah Grubug, dapat membuat sistem peringatan dini dan prosedur tetap tanggap darurat. Hal ini agar ketika terdapat ancaman bencana, madrasah dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengantisipasinya,” pungkas Inka. (iov/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.