MI Muhammadiyah Kenteng Tingkatkan Komunikasi Jarak Jauh dengan Buku Penghubung Guru dan Wali Siswa

Kulon Progo (MIM Kenteng) – Peningkatan literasi madrasah menjadi salah satu komponen yang harus ditonjolkan. Semua warga madrasah, baik kepala madrasah, guru, staf, dan siswanya juga perlu untuk menjaga dan melestarikan budaya literasi. Pada masa pendemi Covid-19 ini menjadi salah satu faktor perkembangan budaya literasi siswa, maka dari itu perlu adanya hubungan komunikasi antara guru dengan wali murid dalam memantau dan mengawasi kegiatan literasi siswa selama belajar jarak jauh dari rumah.

Kepala MI Muhammadiyah Kenteng Rujito, S.Pd.I, M.Pd menerangkan bahwa buku penghubung ini membantu pihak madrasah dalam memantau perkembangan anak. “Salah satu bentuk yang kami upayakan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan orangtua/wali adalah dengan menggunakan buku penghubung yang sudah difasilitasi oleh Dompet Dhuafa Makmal Pendidikan yang beralamat di Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor km 42 Ds Jampang Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” ungkapnya di madrasah setempat, Senin (21/12/2020) pagi.

“Adapun buku penghubung ini dilengkapi dengan beberapa tabel sub pengawasan siswa diantaranya ada pemantauan pelaksanaan shalat berjamaah 5 waktu, pemantauan tadarus Al-Qur’an, kegiatan membaca buku, kolom prestasi baik akademik maupun non akademik, catatan perkembangan siswa yang terdiri dari hari tanggal pelaksanaan, informasi kegiatan/perkembangan siswa yang diperkuat dengan tanda tangan wali siswa pemantau dan tanda tangan guru peninjau,” Imbuh Rujito.

Salah satu anggota Arjuna Team MIM Kenteng, Rizco Ardian Saputro menambahkan bahwa selain buku penghubung yang digunakan, juga dibekali buku kronik refleksi pembelajaran. “Buku kronik ini digunakan sebagai tempat menulis kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sudah kami laksanakan selama satu hari pembelajaran. Lengkap dengan hari tanggal dan kolom tempat untuk kami mencurhatkan isi hati dalam bentuk narasi di buku,” tuturnya.

“Buku ini kami bagikan untuk siswa kelas tinggi mulai dari kelas empat, lima, dan enam. Ini sebagai salah satu wujud pembiasaan untuk menulis bagi siswa dan wali. Berkat pendampingan SLI (Sekolah Literasi Indonesia), alhamdulillah madrasah kami mendapatkan dampak yang positif baik untuk madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta para siswa dan orangtua/wali. Semoga bisa tetap istiqomah untuk melanjutkan progam dan nilai-nilai literasi yang sudah kami dapatkan guna menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu mengikuti perkembangan zaman saat ini,” pungkas Rizco. (ras/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.