PKKM MTsN 3 Kulon Progo Putaran Terakhir

Kulon Progo (MTsN3KP) – Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) hari ini merupakan putaran terakhir di MTsN 3 Kulon Progo, Rabu (23/12/2020). Tim Penilai PKKM, Barokatussolihah, S.Ag., M. S.I. dan Kalimah, S.Ag., M.A. melakukan penilaian enam komponen yaitu Kepribadian dan Sosial, Usaha Pengembangan Madrasah, Pelaksanaan Tugas Managerial, Pengembangan Kewirausahaan, Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Hasil Kerja Kepala Madrasah.

Dalam sambutannya Kepala Madrasah, Muhammad Muslich Purwanto menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai. Untuk menghadapi PKKM semua dokumen sudah disiapkan namun, masih banyak yang harus dibenahi dan penilaian tahun ini dapat menjadi dasar untuk PKKM yang akan datang. “Kritik, saran, dan bimbingan dari pengawas sangat diharapkan,” ungkap Muslich.

“Harapannya pada tahun yang akan datang lebih baik dan sempurna”imbuhnya.

Di akhir sambutannya Kepala Madrasah mengucapkan terima kasih atas kekompakan para waka, kepala perpustakaan, kepala laboratorium dan seluruh warga madrasah.

Sementara itu Pengawas Madrasah Barokatussolihah menyampaikan bahwa PKKM mulai tahun 2020 merupakan regulasi baru dari daerah sampai pusat. “Manfaat PKKM lebih mudah dalam menyusun Evaluasi Diri Madrasah (EDM),” ujarnya.

Di sela-sela sambutannya Barokatussolihah menjelaskan manfaat dari
PKKM ini pada bagian administrasi akan lebih siap apabila ada Itjen atau akreditasi, karena instrumennya tidak jauh beda sehingga tidak perlu persiapan yang mendadak karena sudah disiapkan setiap tahun dalam penilaian PKKM.

Di akhir sambutannya pengawas madrasah yang berjiwa seni ini melantunkan sebuah pantun. “Beli jus apukat di Pasar Nanggulan
Di warung Bu Isa juga menjual baju
Selamat melaksanakan penilaian
Semoga menjadi madrasah hebat dan maju,” ucapnya.

Selama penilaian yang berlangsung kurang lebih 3 jam berjalan lancar. Di setiap komponennya sudah disiapkan dokumen dengan koordinatornya. Pengawas Ika memberikan masukan mengenai lahan-lahan di sekitar madrasah yang masih dapat dimanfaatkan untuk keterampilan siswa dan hasilnya dapat dijual untuk melatih siswa di bidang wirausaha. “Pemanfaatan lingkungan terutama lahan kosong supaya dimaksimalkan, walaupun di MTsN 3 Kulon Progo untuk air menjadi masalah di musim kemarau,” ungkap ika.

Harapannya di tahun 2021 pemanfaatan lahan tersebut sudah teralisasi. Kamad Muslich mengapresiasi pemanfaatan lahan dengan memprogramkan pemeliharaan ikan lele dan tanaman hidroponik di depan kelas.( end/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.