Kulon Progo (Kankemenag) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kankemenag Kulon Progo mengadakan kegiatan pelatihan murottal praktis dan manajemen TKA/TPA. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sadewa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Selasa (8/3/2022) siang.

Pelatihan ini difasilitasi oleh BAZNAS Kulon progo dan Team Tadarrus Angkatan Muda Masjid dan Mushola (AMM) Yogyakarta dan diikuti 50 peserta. Pelatihan murottal melatih peserta membaca Al Qur’an yang memfokuskan dua hal yaitu kebenaran bacaan dan lagu Al Qur’an. Karena konsentrasi bacaan difokuskan pada penerapan tajwid sekaligus lagu, maka posisi lagu Al Qur’an tidak dibawakan sepenuhnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pakis Kankemenag Kulon Progo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ketua Baznas, Pengurus Badko se-Kabupaten Kulon Progo, AMM Yogyakarta, dan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS.

Kegiatan pelatihan di buka oleh Kasi Pakis, Drs. H. Muh Fauzi, M.Pd.I. mewakili Kepala Kankemenag Kulon Progo. Ia mengapreasiasi kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat mendukung Pendidikan Al Qur’an di masa datang.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Dikpora, Arif Prastowo, S.SOs. M.Si. juga berkenan memberikan sambutan. Ia menuturkan bahwa peran TPA/TKA memiliki peran yang penting dalam pendidikan karakter sebagaimana tujuan Pendidikan Nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan yang dilakukan di TPA/TKA merupakan Pendidikan informal dan lebih dominan berorientasi aspek afektif implementatif. Pengajar TPA dalam mengajar lebih mengedepankan pemahaman dan kekeluargaan berbasis akhlak dengan pendampingan yang intensif. Proses inilah yang menjadikan anak memiliki karakter dan kepribadian yang matang di masa mendatang,” jelas Arif.

Sementara itu Ustadz Rusyanto dari Team Tadarus AMM Yogyakarta mengajak agar TKA/TPA dikelola dengan baik agar tidak dipandang sebeleh mata. Ia juga berharap agar para ustadz ataupun ustadzah senantiasa bersemangat disertai niat yang tulus, tampil prima, serta memiliki kemampuan mengelola proses pembelajaran secara menarik dan tidak membosankan.

“Dalam mengelola TPA dibutuhkan managerial yang bagus, dimulai dari penyusunan perencanaan yang biak, pembagian tugas yang jelas, serta membangun jejaring yang harmonis dengan berbagai pihak,” terangnya.

Sesi terakhir acara adalah belajar murottal praktis dengan nada rost dengan dibimbing Ustadz Iwan Susanto trainer Team Tadarrus AMM Yogyakarta. Meski awalnya para peserta agak kaku menirukan arahan pemateri dalam melagukan Al Qur’an, tapi lambat-laun mereka sudah bisa menirukan dan tampak menikmati irama serta sudah nampak mahir membaca Al Qur’an dengan lagu yang baik. (mkp/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.