Kulon Progo (Kankemenag KP) – Penguatan Moderasi Beragama (PMB) merupakan salah satu agenda yang terus digelorakan secara masif oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama di tahun 2022 ini. Tidak hanya di lembaga keagamaan, PMB juga dilakukan di lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, dan sekolah.

Khusus di sekolah umum, Kasi Pakis H.Moh.Fauzi,S.Ag.,M.Pd.I menegaskan agar PMB menekankan pada tiga hal, yakni nilai Integritas, solidaritas, dan tenggang rasa. Hal ini disampaikan Kasi Pakis, dalam Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam se Kabupaten Kulon Progo di Gedung Menoreh kantor setempat,  Senin (21/03/2022).

“Penguatan moderasi beragama pada sekolah harus mengedepankan nilai-nilai integritas, solidaritas, dan tenggang rasa. Nilai-nilai dasar ini adalah bagian penting dari upaya mengembangkan pendidikan agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin, terlebih seorang guru agama dianggap sebagai tokoh pemuka dimasyarakat yang disegani tentunya baik di lingkup madrasah maupun di lingkungan masyarakat” ujarnya.

Selanjutnya Kepala kantor H.M.Wahib Jamil, S.Ag.,M.Pd saat membuka acara menyampaikan pesan bahwa  PMB penting untuk dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan termasuk di madrasah dan sekolah. Selain menjadi bagian program prioritas Kementerian Agama, Moderasi Beragama merupakan progam nasional jangka menengah hingga sampai tahun 2024.

Lebih lanjut Wahib Jamil menuturkan tiga alasan sekaligus tantangan dalam moderasi beragama antara lain; (1) Berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. (2) Berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik.  dan (3) Berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Lanjutnya ,keberhasilan Moderasi Beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama berikut ini serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan diantaranya meliputi :

  1. Komitmen Kebangsaan merupakan penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi: UUD 1945 dan regulasi di bawahnya.
  2. Toleransi yakni menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat. Menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama.
  3. Anti Kekerasan yaitu menolak adanya tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan.
  4. Penerimaan Terhadap Tradisi meliputi ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama, pungkasnya.

Oleh karenanya Wahib Jamil menegaskan agar para Guru Pendidikan Agama untuk dapat menyamakan persepsi dalam pemahaman tentang moderasi beragama. Selanjutnya narasumber dalam pembinaan Penguatan Moderasi Beragama (PMB) disampaikan oleh Dr.Mukhamad Yazid Efendi, M.Ag yang merupakan Akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. (dpj).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.