Kulon Progo (Kua Sentolo) – Mushodiqin, S.Pdi Penyuluh Non PNS Kapanewon Sentolo menyampaikan tausiyahnya dalam acara pengajian menjelang sholat Tarawikh di Masjid Jami’ Munirah al-Id, Karang patihan, Demangrejo, Sentolo Kulon Progo, Kamis (21/042022)

Dalam tausiyahnya mengajak Jamaah agar menghidupkan bulan Ramadhan dengan Qiyamullail atau sholat malam, sebab Rasululloh SAW pernah bersabda : “Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Romadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Alloh akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.(HR Bukhari dan Muslim).

Lebih lanjut, mengajak jamaah agar menunaikan kewajiban zakat, baik zakat mal ataupun zakat fitrah, adapun zakat fitrah harus dibayarkan maksimal sebelum sholat idul fitri.Ketentuan Zakat fitrah tersebut didasarkan  pada hadist Rasulullah SAW:”Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas orang muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wanita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke masjid)  ‘idul fitri (HR Buhari Muslim)

Dalam mengelola zakat hendaknya takmir masjid membentuk panitia kemudian panitianya dimintakan SK  kepada lembaga Zakat yang sudah terdaftar di kementerian Agama baik seperti Lazisnu dan Lazismu, supaya panitia statusnya sebagai Amil yang diangkat pemerintah.

Lanjutnya Kemudian Muzakki pada waktu menyerahkan zakat fitrah kepada Amil hendaknya niat baik untuk diri sendiri atau keluarga yang dikeluarkan zakat fitrahnya juga dianjurkan berdoa baik pada waktu menyerahkan dan mustahiq / amil pada waktu menerimanya.

Lafadz niat zakat fitrah yang dikeluarkan untuk orang lain/keluarga : Nawaitu ‘an uhrija zakatal fitri ‘an …..fardholillahi ta’ala (Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ….fardhu karena Allah).

Doa bagi yang mengeluarkan zakat fitrah “Allohummaj’alha maghnaman wala taj’alha maghroman (Ya Allah jadikan ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ia pemberian yang merugikan).Adapun doa bagi orang yang menerima zakat fitrah” Ajarakallahu fiima a’thoita wa baaraka fiima abqoita waj’alhulaka thohuraa”(Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang Engkau berikan dan semoga Allah memberikan barakah atas harta simpananmu dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu).

Saat dihubungi Mushoddiqin menyatakan bahwa di Masjid Jami’ Munirah Al-Id  menjelang tarawikh diadakan  pengajian atau sering disebut Kultum/kuliah tujuh menit, walaupun dengan waktu yang singkat pesan-pesan agama dapat disampaikan melalui mimbar kultum. Dan Jamaah masjid  Jami’ Munirah Al-Id masih tetap antusias untuk datang ke masjid dalam melaksanakan atau meghidupkan amalan-amalan kebaikan di bulan Romadhan baik sedekah takjil, sholat tarawih, sholat witir, tadarus Al-Qur’an serta pengajian.(ms/dpj)

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.