Kulon Progo (Kankemenag) – Safari Tarawih Pemerintah Daerah Kulon Progo resmi ditutup. Penutupan safari tarawih berlangsung di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan tiga hal dalam ceramahnya pada Penutupan Safari Tarawih yang berlangsung Selasa (26/4/2022) malam.

“Mari kita bermuhasabah diri. Apakah nilai-nilai kesalehan sudah ada pada diri kita selama Ramadhan ini? Sebaik apapun ibadah kita sejak awal hingga detik ini tetapi pada akhir melemah dan malah buruk, maka Allah tidak akan berkenan,” ungkapnya.

“Sebaik-baiknya umur adalah dipenghujung usia. Sebaiknya amal kebaikan ada di akhirnya. Sebaiknya hari ketika berjumpa dengan Engkau, yaa Allah,” imbuh Kakan.

“Ada sebuah kisah, Rasulullah suatu saat berkata kepada sahabat: Sebentar lagi akan masuk ahli surga. Sahabat saling pandang. Yaitu sahabat yang tidak terkenal. Ia masih basah dengan air wudhu. Begitu juga di hari berikutnya hal yang disampaikan Muhammad sama. Akan datang ahli surga. Siapa? Abdullah Ibnu Amr ingin amati orang tadi, apa sebenarnya yang diamalkannya. Abdullah Ibnu Amr tidak menemukan apa-apa. Lantas dia hanya menemukan orang tersebut cuma tidur saja. Tidak ada satu kelebihan apa-apa,” lanjut Jamil.

“Ternyata orang yang selalu tidur tadi, Pertama setiap selesai beraktivitas, ia berprasangka baik kepada Allah. Allah ridla. Kedua, Mencari rejeki yang halal dan barakah, tidak iri dan dengki. Ketiga, Mohon ampun dari segala kesombongan.Intinya orang tersebut selalu ikhlas,” terangnya.

Di akhir pengajian Kakan Wahib Jamil membacakan puisi KH Mustofa Bisri tentang ISLAM.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo dalam sambutannya berterimakasih atas peran serta seluruh komponen baik unsur Pemda maupun instansi vertikal dalam kegiatan safari Ramadhan tahun ini. “Dalam 12 safari di tingkat Kapanewon, serta 2 kali di DPRD dan Rumah Dinas Bupati, sangat dirasakan manfaatnya. Terutama silaturahmi antar pemerintah dengan warga. Untuk itu terimakasih atas peran serta semuanya,” ujar Bupati.

“Harapannya, semoga ke depan suasana kembali normal. Sehingga peribadatan semakin meningkat,” imbuhnya.

Bupati juga berterimakasih kepada BAZNAS dan BUMD yang telah menopang kegiatan safari ini. Tentang shalat Idul Fitri, pemerintah tahun ini mengijinkan di masjid dan tanah lapang, namun tetap menaati protokol kesehatan. “Untuk tahun ini takbir boleh diselenggarakan, tetapi terbatas di masjid/mushala dan di rumah. Belum boleh takbir keliling dulu,” urai Sutedjo.

Sedang untuk syawalan/halal bi halal boleh, tetapi disesuaikan dengan level PPKM. DIY secara umum masuk level 2, maksimal peserta 75% dari kapasitas ruangan. Open house bagi pejabat juga belum diperbolehkan, sesuai SE Menag RI,” pungkasnya. (hrs/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.