Kulon Progo (Kankemenag) – Allah menyembunyikan 6 perkara dalam 6 perkara. Hal itu dijelaskan dalam Kitab Nashaihul ‘Ibaad Syarh Al-Munabbihaat ‘Alal Isti’daad Li Yaumil Ma’aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalanikarya Al Imam Muhammad Nawawi al Bantani. Pengasuh Pondok Pesantren Nulul Huda, Duwet, Banjarharjo, Kalibawang, Kiai Ahmad Dainuri Nur menyampaikan hal itu pada Pengajian Ramadhan yang digelar secara hybrid, baik luring di Aula Menoreh kantor setempat maupun daring melalui Zoom Meeting dan Channel Youtube, Kamis (28/4/2022) pagi.

“Allah menyembunyikan 6 perkara dalam 6 perkara. Hal itu bersumber dari Kitab Nashaihul ‘Ibaad Syarh Al-Munabbihaat ‘Alal Isti’daad Li Yaumil Ma’aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalanikarya Al Imam Muhammad Nawawi al Bantani,” ujarnya.

“Pertama, Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya. Agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Sehingga tidak sepantasnya bagi siapapun untuk meremehkan ketaatan meskipun sangat kecil. Sebab boleh jadi justru di situlah ada ridha Allah,” terang Dainuri.

“Kedua, Allah menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya. Agar manusia mau menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan takut terjerumus ke dalamnya. Sehingga tidak sepantasnya bagi siapapun untuk meremehkan kemaksiatan meskipun sangat kecil. Sebab boleh jadi justru di situlah murka Allah,” imbuhnya.

“Ketiga, Allah menyembunyikan Lailatul Qodar dalam bulan Ramadhan. Agar ada kesungguhan dalam menghidupkan seluruh hari di bulan Ramadhan. Sebab sebagaimana di sebutkan dalam Hadist pahala ibadah sunnah di bulan Ramadhan sama dengan pahala ibadah wajib pada bulan selainnya. Dan agar bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qodar, sebab nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan),” jelas Kiai.

“Keempat, Allah menyembunyikan para Wali di antara manusia. Agar manusia mau menghormati setiap orang dan tidak meremehkannya. Sebab kalau seseorang meremehkan orang lain, boleh jadi orang yang diremehkannya itu justru wali Allah,” urai Pengasuh PP. Nurul Huda ini.

“Kelima, Allah menyembunyikan kematian dalam umur. Agar manusia selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kematiannya. Keenam, Allah menyembunyikan ash-shalatul wushta (shalat yang paling utama) dalam shalat lima waktu. Agar seorang muslim betul-betul memelihara semua shalat wajib,” pungkasnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.