Kulon Progo (Kankemenag) – Dalam ketugasan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sering terjadi adanya benturan kepentingan. Sehingga dalam pelaksanaan ketugasannya, seorang ASN harus menghindari benturan kepentingan tersebut. Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kulon Progo, H. Saeful Hadi, S.Ag. M.Pd.I. menyampaikan hal itu dalam Apel Penghormatan Bendera, Selasa (17/5/2022) pagi.

“Dalam pelaksanaan tugas seorang ASN seringkali menemukan adanya benturan kepentingan. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya seorang ASN harus selalu berupaya untuk menghindari adanya benturan kepentingan tersebut,” ujarnya.

“Sebagai contoh dalam kegiatan lomba ada seorang Yuri/Dewan Hakim pada salah satu cabang. Kemudian diketahui salah satu peserta ada hubungan keluarga. Maka Dewan Hakim tersebut akan dipindahkan ke cabang yang lain, atau mengundurkan diri. Begitu juga dalam penggunaan Barang Milik Negara (BMN), semata-mata hanya digunakan untuk keperluan tugasnya,” imbuh Saeful.

Penanganan benturan kepentingan pada dasarnya dilakukan melalui perbaikan nilai, sistem, pribadi, dan budaya. Di antaranya mengutamakan kepentingan publik, menciptakan keterbukaan penanganan dan pengawasan benturan kepentingan, serta mendorong tanggung jawab pribadi dan sikap keteladanan.

Selain itu Kasubbag TU juga menyampaikan bahwa Apel Penghormatan Bendera dilaksanakan sebagai wujud komitmen dalam bernegara. ”Seorang ASN wajib setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Pemerintah. Apel ini sebagai salah satu wujud ketaatan kita tersebut dalam menjaga komitmen bernegara,” pungkasnya. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.