Kulon Progo (Kankemenag) – Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Sehingga hal tersebut diharapkan mampu memperteguh integritas dan meningkatkan layanan kepada masyarakat. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu di sela-sela Exit Meeting Penilaian ZI-WBK oleh Tim Penilai Internal (TPI) dari Inspektorat Jenderal Kemenag RI yang berlangsung di Aula Riptaloka kantor setempat, Selasa (17/5/2022) pagi.

“Pembangunan ZI-WBK ini kita lakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Sehingga diharapkan dengan hal ini dapat memperteguh integritas kita serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Setiap jenjang satker di Kemenag tentu mempunyai kewenangan yang berbeda. Sehingga untuk penilaian ini kita mengupakan semaksimal mungkin evidence yang dibutuhkan, namun sebatas apa yang kita punya sesuai dengan kewenangan. Sementara itu untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), kita juga terus berupaya melakukan hal itu melalui pembinaan pegawai. Hal ini karena kuota diklat sangat terbatas,” imbuh Kakan.

“Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih mudah diakses, kita juga selalu berupaya untuk melakukan inovasi. Baik itu inovasi original maupun non original. Dalam berinovasipun kita juga menyesuaikan dengan kondisi yang ada di wilayah Kulon Progo. Tentu kita perlu terus berupaya untuk memperbaiki segala sesuatunya agar layanan kita bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas,” pungkas Jamil.

Sementara itu Pengendali Teknis TPI, Luli Achriyani berharap agar Tim ZI Kankemenag Kulon Progo terus berupaya untuk meningkatkan nilai. “Beberapa evidence yang masih kurang bisa ditambahkan. Hal ini tentu akan sangat membantu kami untuk menguatkan argumen saat rapat pleno nanti. Untuk itu mari saling bekerjasama untuk memberikan yang terbaik baik instansi kita,” tuturnya.

Sedang Ketua Tim, Muhammad Yudhi Firmansyah juga mengingatkan bahwa evidence terus berjalan. “Evidence tambahan bisa terus diupload di aplikasi. Sosialisasi juga perlu terus dilakukan melalui berbagai media terutama website. Karena website ini menjadi pintu utama untuk masuk bagi penilai. Selain itu setiap pemberi layanan harus selalu berpedoman SOP. Untuk memudahkan penilaian, jika ada 1 dokumen yang digunakan untuk beberapa evidence agar dibuat ringkasannya,” pinta Firman. (abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.