Kulon Progo (KUASentolo) – Penyuluh agama diharapkan sosialisasikan berbagai progam dari Kementerian Agama, hal tersebut disampaikan Muhammad Sururudin, S.Ag pada acara pengajian rutin jumat pagi putaran ketiga berlangsung Jumat pagi (20/05/2022) di Mushola Al-Ikhlas Komplek Kapanewon Sentolo.

“Saya mengharapkan para penyuluh Agama secara bergantian dijadwalkan untuk memberikan materi pembelajaran kepada peserta pengajian, dan sekalian sosialisasi program-program Kementerian Agama terkait moderasi beragama, serta  upaya pemberdayaan ekonomi Umat”,tegasnya.

Hadir Panewu Kapanewon Sentolo Raden Sigit Purnomo, SIP, beserta Jajaran Kapanewon dan juga Kepala KUA Kapanewon Sentolo Muhamad Sururudin, S.Ag beserta para penyuluh Agama Islam. Dalam sambutan Panewu  berharap seluruh pegawai kantor Kapanewon Sentolo agar semangat mengikuti progam pengajian dengan berbagai materi yang disampaikan dari KUA Kapanewon Sentolo beserta para penyuluh, terutama lebih difokuskan pada pembelajaran ilmu keagamaan yang mendasar seperti tata cara wudhu dan sholat, agar jamaah mampu menjalankan peribadatan dengan benar dan tepat sesuai dengan tuntunan, ungkapnya.

Pengajian kali ini diawali dengan Pembacaan al-Quran oleh Ustadz Sukirman alias Nurohman, kemudian diikuti seluruh peserta pengajian, pembacaan al-Qur’an dengan memperhatikan kaidah-kaidah ilmu Tajwid, agar bacaannya benar dan tepat, dan dilanjutkan pembacaan al-Quran perkalimah disertai maknanya dan ditirukan peserta pengajian dan Tafsirnya oleh Ustadz Muhamad Sururudin dan Pemaparan materi sholat oleh Ustadz Muhamad Mushodiqin, S.Pdi.

Ustadz Muhamad Mushodiqin sebagai penceramah, menjelaskan bahwa ibadah sholat merupakan ibadah yang diawali dengan Takbiratul Ihram dan di akhiri dengan salam.

“Dalam pelaksanaan ibadah Sholat harus memperhatikan tentang rukun sholat, karena rukun itu pokoknya sholat, jika tidak dijalankan maka tidak sah sholatnya. Rukun Sholat  berupa niat, takbiratulihram, membaca surah al-fatihah, Rukuk, I’tidal, Sujud, Duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud akhir, salam dan Tertib, tuturnya”.

Lanjutnya rukun tersebut meliputi Rukun Qolbu (Hati) Rukun Qouli (bacaan) Rukun Fi’li (perbuatan) .Maka saat sholat harus diawali dengan niat dalam hati, adapun pelafadzan niat dilakukan agar menghadirkan hati, dan bacaan Fatihah harus selalu dibaca dengan lesan jangan sekedar didalam hati karena itu termasuk rukun Qouli, demikian juga gerakan sholat harus tepat dan benarb, Saat Ruku’ punggung harus lurus, saat i’tidal harus sampai tegak berdiri, saat hendak sujud harus lutut lebih dahulu jangan tangan lebih dahulu demikian penjelasan Mushoddiqin sambil memperagakan gerakan sholat. ( Syam/dpj)

1 reply
  1. M.Mujadi
    M.Mujadi says:

    Rukun sholatnya kurang lengkap tidak ada tumakninah dan sholawat Nabi pada tahiyat akhir. Seharusnya materi harus benar.

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.