Wujudkan Rois Perempuan di Tiap RW, KUA Pengasih Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kesadaran akan pentingnya tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam terus digencarkan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih bekerja sama dengan Padukuhan Ngramang, Kalurahan Kedungsari, menggelar pelatihan Pemulasaran Jenazah di Masjid Al Amin Ngramang, pada Ahad (23/11/2025).
Acara yang disambut antusias oleh 30 orang peserta ini tidak hanya memberikan materi teoretis, tetapi juga secara aktif mempraktikkan tata cara merawat jenazah, mulai dari memandikan hingga mengkafani.
Kegiatan ini dipandu oleh narasumber dari KUA Pengasih Nanik Supratinah, S.Kom, serta pendampingan langsung oleh Luazizah, S.H.I., dan M. Nur Charir.
Nanik memaparkan secara detail dan komprehensif mengenai tata cara pemulasaran jenazah. Untuk memastikan pemahaman yang mendalam, ia mengajak seluruh peserta untuk praktik langsung memandikan jenazah menggunakan air, serta simulasi mengkafani.
Peserta, yang sebagian besar adalah perwakilan ibu-ibu di dusun Ngramang, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi praktik yang dipandu.
Selain pelatihan, momen berharga ini juga dimanfaatkan untuk membentuk Rois Perempuan di setiap Rukun Warga (RW) Dusun Ngramang. Inisiatif ini digagas oleh KUA Pengasih bersama Sutarno, Dukuh Ngramang, sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap wilayah memiliki kader yang siap siaga dan terampil dalam membantu proses pemulasaran jenazah perempuan.
Sutarno menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. “masyarakat kami sangat antusias dan ilmu yang diberikan sangat bermanfaat. kami bersyukur KUA Pengasih memilih Ngramang sebagai lokasi pelatihan. Pembentukan Rois Perempuan ini adalah langkah maju bagi dusun kami, klo bisa merambah ke padukuhan lainnya” ujarnya.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin baik ini.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata pelayanan kami kepada masyarakat dalam pembinaan keagamaan. Memahami dan mempraktikkan pemulasaran jenazah adalah Fardhu Kifayah yang wajib diketahui. Dengan adanya Rois Perempuan di tiap RW, kami berharap layanan sosial keagamaan di Ngramang menjadi lebih mandiri, cepat tanggap, dan sesuai dengan tuntunan syariat. Ini adalah penguatan kapasitas umat yang sangat esensial,” tegas Rangga.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar bahwa ilmu yang didapatkan akan menjadi bekal penting bagi peserta dan mampu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!