Ratusan Warga Banaran Gelar Doa Bersama di Masjid Segoro Ati Bersama KUA Panjatan

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Masjid Segoro Ati, Banaran, Galur, Kulon Progo pada Sabtu (10/01/2026) sore. Sedikitnya 250 warga berkumpul bersama jajaran aparat pemerintah dan tokoh pemuka agama dan masyarakat untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan dan keberkahan wilayah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Banaran,Haryanta, S.H., beserta jajarannya. menyampaikan pentingnya kegiatan spiritual sebagai penyeimbang pembangunan fisik di desa.
“Kami atas nama pemerintah kalurahan sangat mendukung kegiatan doa bersama ini. Pembangunan suatu wilayah tidak hanya soal infrastruktur jalan atau gedung, tetapi juga pembangunan spiritualitas warganya. Dengan doa bersama ini, kita berharap Banaran menjadi wilayah yang aman, tenteram, dan diberkahi Allah SWT,” tegas Haryanta, dalam sambutannya.
Turut hadir mendampingi masyarakat, Penyuluh Agama Islam dari KUA Panjatan, Mufti Amri, S.H. dan Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I. Kehadiran para penyuluh ini merupakan bagian dari tugas fungsi KUA dalam memberikan bimbingan serta penyuluhan agama di tengah masyarakat.
Acara inti yakni Doa Bersama dipimpin langsung oleh H. Basid Rustami, S.Ag., yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kapanewon Panjatan. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif warga Banaran dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini.
“Kegiatan doa bersama ini adalah wujud nyata kekuatan batin masyarakat. Kami sangat mengapresiasi semangat warga Banaran yang tetap menjaga tradisi spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar H. Basid Rustami.

Kegiatan doa bersama ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI, khususnya dalam penguatan Moderasi Beragama dan optimalisasi peran KUA sebagai Pusat Layanan Keagamaan.
Melalui kegiatan ini, KUA Panjatan hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai lembaga administrasi pencatatan nikah, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan keagamaan yang inklusif dan edukatif. Doa bersama ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi (ukhuwah) sekaligus memperkokoh ketahanan mental spiritual bangsa di level akar rumput.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan antara warga dengan para tokoh agama serta pemerintah setempat, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. (win/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!