KUA Panjatan Gelar Pusaka Sakinah: Sinergi Bersama Pendamping PKH Berdayakan Keluarga Disabilitas

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Panjatan terus berkomitmen menyukseskan program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kegiatan Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah). Kali ini, kegiatan dilaksanakan dengan menjalin sinergi bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang bertempat di kediaman  Kasmini, Pedukuhan VII, Garongan, Panjatan, pada Senin pagi (12/01/2026).

Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd menyampaikan materi bertajuk “Memandang Disabilitas dengan Mata Hati dan Iman”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penerimaan penuh kasih sayang terhadap setiap kondisi fisik manusia sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Nofianti menyampaikan bahwa setiap manusia diciptakan dengan keistimewaan masing-masing di mata Allah SWT. “Anak atau anggota keluarga dengan disabilitas bukanlah beban, melainkan amanah yang akan menjadi ladang pahala jika kita merawatnya dengan penuh keikhlasan dan pandangan iman,” ujar Nofianti di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membacakan dalil Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 sebagai dasar penguatan materi. Ayat tersebut menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari fisik atau status sosialnya, melainkan dari tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13).

Sementara itu, dari sisi sosial, pendamping PKH Kalurahan Garongan, Nur Asfa, menyampaikan materi mengenai tata cara penanganan dan hak-hak disabilitas sesuai dengan modul resmi dari Kementerian Sosial. Hal ini bertujuan agar keluarga memahami langkah praktis dalam memberikan dukungan fasilitas dan kemandirian bagi penyandang disabilitas di rumah.

“Kami ingin memastikan bahwa keluarga memahami bahwa disabilitas tetap memiliki hak yang sama untuk hidup berdaya. Melalui modul P2K2 ini, kami memberikan panduan praktis agar keluarga mampu menjadi support system utama bagi mereka,” jelas Nur Asfa dalam sesinya.

Kepala KUA Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kolaborasi antara penyuluh agama dan pendamping PKH ini. Menurutnya, program Pusaka Sakinah memang didesain untuk menyasar berbagai lapisan masyarakat guna menciptakan ketahanan keluarga yang kokoh.

“Program Pusaka Sakinah adalah bentuk kehadiran negara melalui KUA untuk mendampingi keluarga agar tetap tangguh secara spiritual dan ekonomi. Kami sangat mendukung sinergi dengan PKH karena isu-isu keluarga seperti disabilitas memerlukan pendekatan yang komprehensif, baik dari sisi agama maupun sosial,” tegas Basid Rustami.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh warga Pedukuhan VII Garongan. Melalui pertemuan ini, diharapkan masyarakat semakin inklusif dan memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan penyandang disabilitas di lingkungan mereka masing-masing. (nof/dpj).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *