Kultum Tarawih di Rutan Wates, Penyuluh KUA Nanggulan Tekankan Momentum Ampunan di Bulan Ramadhan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Suasana khusyuk menyelimuti Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates pada Kamis (5/3/2026) malam. Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Rifqi Maulana, S.Sos., memimpin pelaksanaan sholat Isya dan Tarawih berjamaah bersama para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan rutan tersebut dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan yang diikuti dengan penuh perhatian oleh para warga binaan. Dalam ceramahnya, Rifqi mengangkat tema tentang fase kedua bulan Ramadhan, yaitu sepuluh hari pertengahan yang dikenal sebagai fase ampunan (maghfirah).

Ia menjelaskan bahwa umat Islam telah melewati sepuluh hari pertama Ramadhan yang merupakan fase rahmat Allah SWT. Kini umat Islam memasuki sepuluh hari kedua yang menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.
“Kita telah melewati sepuluh hari pertama sebagai fase rahmat. Sekarang kita berada pada fase ampunan. Maka perbanyaklah ibadah, seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh,” ujar Rifqi dalam tausiyahnya.

Ia juga menegaskan bahwa kesempatan beribadah bersama di bulan suci merupakan nikmat yang patut disyukuri. Menurutnya, setiap manusia selalu memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik.

“Beruntung kita masih diberi kesempatan untuk beribadah bersama. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri, karena setiap perjuangan menuju kebaikan pasti akan membuahkan hasil yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Zain Nurrachaman, selaku petugas pemasyarakatan Rutan Wates, menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh dari KUA Nanggulan yang telah memberikan pembinaan spiritual bagi para warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran penyuluh dari KUA Nanggulan yang telah membimbing warga binaan dalam kegiatan ibadah Ramadhan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi mereka untuk memperbaiki diri serta menjalani masa pembinaan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan pembinaan keagamaan ini diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual bagi para warga binaan, sehingga Ramadhan menjadi momentum refleksi diri dan awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. (col/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *