Kuatkan Fondasi Iman Melalui Pusaka Sakinah, Penyuluh Agama Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Tangguh

Kulon Progo (KUA Pengasih) –Dalam upaya memperkokoh ketahanan keluarga melalui pendekatan spiritual, Penyuluh Agama Islam fungsional, Sugiyono, S.Ag., menggelar pembinaan keagamaan di Aula Pondok Pesantren Ar-Roudhoh, Taruban Kulon, Tuksono, Sentolo pada Minggu (08/03/2026). Kegiatan ini menyoroti pentingnya Penguatan Iman sebagai Pondasi Ibadah dalam keluarga.
Dalam paparannya, Sugiyono menekankan bahwa kualitas ibadah seseorang sangat bergantung pada kemantapan tauhid dan keimanannya. Menurutnya, iman bukanlah sekadar pengakuan lisan, melainkan penggerak utama dalam menjalankan syariat. “Iman adalah akar, sedangkan ibadah adalah buahnya. Tanpa akar yang kuat, pohon ibadah akan mudah tumbang saat diterjang badai persoalan hidup. Terlebih dalam konteks rumah tangga, iman yang kokoh menjadi tameng utama dalam menjaga keharmonisan keluarga sesuai prinsip Pusaka Sakinah maslahat, ” ujar Sugiyono di hadapan para peserta.
Sugiyono menjelaskan bahwa keterkaitan antara penguatan iman dan Pusaka Sakinah terletak pada tiga pilar utama:
Pertama; Ibadah sebagai Perekat: Keluarga yang mendasarkan kegiatannya pada ibadah kolektif akan memiliki ikatan batin yang lebih kuat. Kedua; Kesabaran dan Syukur: Iman mengajarkan pengelolaan emosi dalam menghadapi dinamika rumah tangga, yang menjadi inti dari bimbingan relasi dalam Pusaka Sakinah. Ketiga; Keteladanan (Uswah): Orang tua yang memiliki iman kuat akan menjadi teladan bagi anak-anaknya, menciptakan generasi yang saleh dan tangguh.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian dan apresiasi dari Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi lintas wilayah dan penguatan materi seperti ini sangat krusial bagi keberhasilan program kementerian di tingkat akar rumput. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif penyuluh dalam membawakan materi penguatan iman ini. Pusaka Sakinah bukan hanya soal administrasi atau konsultasi hukum semata, tetapi bagaimana kita mentransformasi nilai-nilai agama menjadi perilaku nyata dalam keluarga. Jika pondasi imannya sudah selesai (kuat), maka mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah akan jauh lebih mudah diimplementasikan.” tutur Rangga.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi doa bersama dan ramah tamah. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah keluarga dimulai dari kedekatan setiap anggotanya kepada Sang Pencipta.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!