KUA Panjatan Beri Penguatan Keluarga Sakinah Penerima Manfaat PKH di Bugel

Kulon Progo(KUA Panjatan) – Sinergi lintas sektoral kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan dalam upaya meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di masyarakat.
Pada Selasa (21/04/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan hadir memberikan bimbingan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Bugel VII.
Pertemuan rutin kelompok PKH ini dilaksanakan di kediaman Bapak Wiko, Bugel, Panjatan. Hadir sebagai narasumber utama adalah Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., yang didampingi oleh Pendamping PKH Kapanewon Panjatan, Yanu Agung Prasetyo, S.H.
Dalam sesi bimbingan tersebut, materi difokuskan pada konsep Keluarga Sakinah. Kartiwin menekankan bahwa pondasi utama keluarga yang harmonis dimulai dari komunikasi yang sehat antar anggota keluarga.
“Keluarga Sakinah bukan berarti tanpa masalah, tetapi keluarga yang mampu menyelesaikan persoalan dengan komunikasi positif dan sikap saling menerima kelebihan serta kekurangan pasangan,” ujar Kartiwin di hadapan para peserta. Ia juga menambahkan bahwa sikap saling rida dan terbuka adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga di tengah tantangan ekonomi.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif kolaborasi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH ini. Menurutnya, pendekatan spiritual dan psikologis sangat penting diberikan kepada masyarakat selain bantuan materiil.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Tugas KUA tidak hanya di kantor, tetapi harus jemput bola ke masyarakat untuk memastikan nilai-nilai kesakinahan meresap dalam setiap rumah tangga, terutama bagi mereka yang sedang berjuang secara ekonomi,” kata Basid Rustami.
Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI, yaitu Penguatan Ketahanan Keluarga dan Revitalisasi KUA. Melalui program bimbingan masyarakat, Kemenag berkomitmen untuk menurunkan angka perselisihan rumah tangga dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui edukasi berkelanjutan.
Keterlibatan Penyuluh Agama dalam forum PKH membuktikan bahwa KUA hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual, guna mewujudkan masyarakat yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga religius dan harmonis. (win/dpj )



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!