Ibu, Kartiniku

Fanisa Nurul Anin
Siswa MTsN 3 Kulon Progo

Pagi di dapur kau bangunkan sunyi
Aroma nasi hangat mengalir pelan di hati
Suara sendok beradu jadi lagu paling berarti
Di situlah aku belajar cinta tanpa janji

Di matamu kulihat lelah yang kau sembunyi
Namun senyummu tetap hangat seperti mentari
Tanganmu kasar namun lembut menjaga diri ini
Ibu kaulah terang yang menuntunku sampai kini

Kau rajut waktu dalam diam yang sepi
Menyimpan lelah tanpa pernah mengeluh lagi
Di setiap luka yang kau simpan sendiri
Aku tumbuh utuh dalam kasih yang kau beri

Doamu mengalir lirih di sela malam yang sunyi
Menjaga langkahku saat arah mulai tak pasti
Dari gelap kau tuntun aku menuju terang sejati
Ibu, engkaulah kartiniku hingga akhir nanti

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *