Pertemuan Pokjaluh di Kalibawang Dorong Penyuluh Tingkatkan Inovasi dan Kepedulian Sosial

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kabupaten Kulon Progo menggelar pertemuan rutin pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Rumah Makan Limas Progo, Kalibawang. Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kalibawang bertindak sebagai tuan rumah dengan menghadirkan seluruh anggota penyuluh se-Kabupaten Kulon Progo.
Acara diawali dengan kajian kitab Arba’in Nawawi yang disampaikan oleh Ahmad Muflikhul Muna, LC Penyuluh Agama Islam dari Kapanewon Wates. Dalam kajiannya, Gus Muna mengupas hadis pertama yang menekankan pentingnya niat dalam setiap amal perbuatan. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim sangat bergantung pada niatnya, sehingga penyuluh diharapkan mampu meluruskan niat dalam menjalankan tugas pembinaan umat.
Selanjutnya, pada hadis kedua, dibahas tentang konsep Islam, iman, dan ihsan sebagaimana dijelaskan dalam dialog antara Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW. Gus Muna menekankan bahwa ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama dalam kehidupan beragama, yang harus dimiliki oleh setiap penyuluh agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kajian tersebut memberikan penguatan spiritual sekaligus pemahaman keilmuan bagi para peserta dalam menjalankan tugas penyuluhan di tengah masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pokjaluh Kabupaten Kulon Progo, H. Rohman, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya soliditas antar penyuluh serta peningkatan kualitas program kerja, khususnya dalam pengembangan inovasi penyuluhan dan pelaksanaan bakti sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Rohman juga menekankan pentingnya penguatan inovasi berbasis Asta Protas sebagai kerangka kerja penyuluhan yang terukur, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penyuluh harus mampu menghadirkan program yang solutif dan terintegrasi. Asta Protas menjadi acuan agar layanan penyuluhan lebih terarah dan berkelanjutan,” ungkap Rohman dalam sesi pembinaan.
Selain itu, forum menyepakati pelaksanaan bakti sosial Pokjaluh DIY berupa pemberian bantuan satu ekor lembu yang akan disalurkan pada 30 Mei 2026 di Masjid Nurul Mustaqim, Padukuhan Karangrejo, Purwosari, Girimulyo. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran sosial penyuluh sekaligus meningkatkan kehadiran KUA di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala KUA Kalibawang, Ibnu Kafid, S.H.I. mewakili jajaran Penyuluh KUA Kalibawang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Kulon Progo yang terus aktif berkontribusi dalam pembinaan umat.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi sekaligus mematangkan program inovasi dan kegiatan sosial keagamaan yang lebih terarah dan bermanfaat,” ujarnya.
Dengan pertemuan Pokjaluh ini, diharapkan seluruh penyuluh mampu meningkatkan profesionalitas dan kreativitas dalam menyusun serta melaksanakan program kerja, sehingga peran penyuluh agama semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir program-program inovatif yang memperkuat fungsi penyuluhan sebagai garda terdepan layanan keagamaan,” Imbuh Ibnu Kafid.
Kegiatan berlangsung lancar dan produktif, ditandai dengan kesepakatan tindak lanjut program serta pembagian peran teknis menuju pelaksanaan bakti sosial. Penyuluh KUA Kalibawang berperan aktif dalam koordinasi dan fasilitasi kegiatan, menegaskan kontribusi nyata KUA dalam penguatan layanan keagamaan yang profesional dan responsif. (akh/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!