Di Bawah Langit Mina

Khanza Salsabila
Siswa MTsN 2 Kulon Progo

Ada getar yang tak terucap di balik gurun gersang,
Saat perintah jatuh, mengetuk pintu hati yang paling dalam.
Bukan sekadar sembelih, bukan sekadar darah yang tumpah,
Namun tentang melepas apa yang paling dicinta karena-Nya.

Ibrahim berdiri teguh, meski hatinya mencair,
Ismail menatap pasrah, dalam taat yang mengalir.
Dua jiwa bersatu dalam ikatan iman yang suci,
Menjadi saksi abadi tentang arti menyerahkan diri.

Kini, di setiap sudut waktu kita belajar,
Bahwa mengorbankan ego adalah kurban yang paling sukar.
Semoga di hari ini, sekat-sekat di dada luruh,
Bersama takbir yang membubung, menyembuhkan kalbu yang keruh.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *