MTsN 6 Kulon Progo Rayakan Iduladha dengan Lomba Masak

Kulon Progo (MTsN6KP) – MTsN 6 Kulon Progo merayakan Iduladha dengan menggelar Lomba Memasak pada Sabtu (30/5/2026). Lomba ini menjadi ruang kreativitas kuliner yang edukatif dan religius. Sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai kurban, seluruh murid kelas mengikuti kegiatan Lomba Memasak dengan bahan baku utama daging sapi. Daging yang diolah merupakan hasil perolehan pembagian hewan kurban yang disembelih di lingkungan madrasah.

Ajang kompetisi ini dirancang sebagai wadah edukasi, pengembangan bakat, serta pembentukan karakter murid. Keistimewaan kegiatan ini terletak pada bahan baku yang digunakan, yaitu daging hasil kurban. Para peserta diberikan kebebasan penuh dan ruang berekspresi seluas-luasnya untuk mengolah bahan tersebut sesuai dengan keinginan, kemampuan, dan imajinasi masing-masing kelompok. Mulai dari penentuan konsep menu, pemilihan komposisi bumbu, penerapan teknik pengolahan yang tepat, hingga seni penyajian hidangan menjadi tantangan. Sekaligus peluang bagi siswa untuk mengasah inovasi yang dimiliki.

Semua kelas antusias dalam memasak. Tampak para murid bahu-membahu bekerja sama, membagi tugas. Mulai dari persiapan bahan, pemotongan daging, peracikan bumbu rempah, proses pemasakan, hingga tahap akhir penataan hidangan agar tampil estetis dan menggugah selera. Daging lembu yang merupakan nikmat dan amanah Allah hasil ibadah kurban tersebut, mengalami transformasi luar biasa menjadi beragam kreasi kuliner. Para peserta menyajikan aneka olahan, mulai dari masakan tradisional Nusantara yang kental akan kearifan lokal dan kekayaan rempah, berpadu dengan olahan masakan bernuansa modern maupun kreasi inovatif hasil pengembangan sendiri. Hal ini membuktikan bahwa nilai manfaat daging kurban dapat dimaksimalkan menjadi hidangan istimewa yang beragam, lezat, dan bernilai gizi tinggi.

Setelah matang, daging yang diolah dinilai oleh para juri. Aspek-aspek yang menjadi tolok ukur penilaian meliputi kualitas cita rasa dan kesesuaian bumbu, keunikan serta orisinalitas kreativitas menu, penerapan standar kebersihan dan higienitas di setiap tahapan proses. Selain itu kerapian serta nilai estetika penyajian, ketepatan teknik pengolahan hingga menghasilkan tekstur daging yang empuk dan matang sempurna, serta kerja sama tim. Beragam hidangan lezat dan memikat mata disajikan oleh seluruh peserta sebagai bukti hasil kerja keras dan kreativitas.

Salah satu juri, Ani Romadhoni S.Pd. menegaskan bahwa lomba memasak olahan daging kurban memiliki muatan nilai edukasi yang sangat tinggi dan relevan dengan tujuan pendidikan nasional. Selain itu juga sesuai tujuan pembelajaran di madrasah. “Kegiatan ini mengajarkan murid untuk memuliakan nikmat makanan, memahami kandungan gizi, dan manfaat daging bagi kesehatan tubuh. Selain itu juga kecerdasan, serta melestarikan keterampilan hidup mengolah pangan sebagai bekal kemandirian, dan bekal kehidupan bermasyarakat di masa depan,” ujarnya.

“Iduladha bukanlah sekadar ritual penyembelihan dan pembagian daging. Melainkan sebuah rangkaian panjang ibadah yang sarat makna, hingga rezeki tersebut diolah menjadi makanan yang berkah, bergizi, dan bermanfaat bagi yang memakannya. Melalui lomba ini kami ingin menanamkan pemahaman mendalam kepada siswa bahwa daging kurban adalah amanah Allah SWT yang wajib diolah dan dimanfaatkan dengan kemampuan terbaik,” imbuh Ani.

“Di samping melatih keterampilan teknis memasak, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter. Yakni melatih kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa syukur yang mendalam atas segala rezeki yang Allah berikan kepada kita,” ungkapnya.

Kepala Madrasah, Muslich Purwanto, S.Ag., M.Pd. mengapresiasi antusiasme para murid dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Muslich, lomba memasak menjadi media pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan kreativitas. Sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan madrasah.
“Dari kegiatan seperti ini murid belajar tentang kolaborasi, tanggung jawab, kreativitas, bahkan manajemen kerja tim. Ini bagian dari pendidikan karakter yang penting untuk mereka miliki,” ungkap Muslich.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat di lingkungan madrasah. Para murid tampak antusias saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bumbu, mengolah masakan, hingga menata hidangan terbaik mereka.

Melalui kegiatan ini MTsN 6 Kulon Progo kembali menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir dalam berbagai bentuk. Termasuk dari dapur sederhana di depan kelas yang penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan. (afa/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *