MT Nisauddzikro Gelar Pengajian Sambut Muharam, Penyuluh KUA Nanggulan Bahas Amalan Asyura

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Majelis Taklim (MT) Nisauddzikro menggelar pengajian dalam rangka menyambut bulan Muharam 1448 H, bertempat di Boto Kulon, Kembang, Nanggulan, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Andri Kusmunanto, S.Pd.I., sebagai pembicara utama.

Acara dihadiri oleh puluhan jamaah majelis taklim yang antusias mengikuti tausiyah tentang keutamaan dan amalan di bulan Muharam. Dalam kesempatan tersebut, Andri Kusmunanto menyampaikan bahwa bulan Muharam termasuk bulan haram (bulan yang dimuliakan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36.

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).” (QS. At-Taubah: 36)

Andri menjelaskan bahwa salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Muharam adalah berpuasa sunnah, terutama pada tanggal 10 Muharam atau yang dikenal dengan puasa Asyura.

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharam.’ (HR. Muslim). Karena itu, mari kita sambut bulan Muharam ini dengan memperbanyak ibadah puasa, sedekah, dan mempererat silaturahmi,” ujar Andri.

Selain puasa Asyura, ia juga mengingatkan amalan lain seperti memperbanyak doa untuk keselamatan dunia akhirat, membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali bagi yang mampu, serta bersedekah kepada anak yatim dan fakir miskin. Hal ini merujuk pada hadits yang menyebutkan bahwa barangsiapa melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

Sementara itu, salah satu jamaah MT Nisauddzikro, Nur Laila, menyampaikan rasa terima kasih dan kesannya setelah mengikuti pengajian tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan penjelasan dari Pak Andri. Selama ini saya hanya tahu bulan Muharam itu bulan baik, tapi belum tahu amalan-amalan spesifiknya. Sekarang jadi paham, insyaallah akan saya coba amalkan puasa Asyura dan bersedekah kepada anak yatim,” ujar Nur Laila dengan penuh semangat.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh jamaah serta keluarga besar MT Nisauddzikro. Diharapkan melalui pengajian ini, semangat menyambut tahun baru Islam semakin meningkat dan membawa kebaikan bagi seluruh umat. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *