Penyuluh Lintas Agama Gelar Bersih Vihara dan Dialog

Kulon Progo (Kankenenag) – Penyelenggara Katolik besera staf dan Penyuluh Lintas Agama dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo mengadakan kunjungan Vihara Vidya Dharma, Sonyo, Jatimulyo, Girimulyo, Rabu, (24/6/2026). Turut pula hadir para penyuluh agama Islam KUA Kapanewon Girimulyo beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Vihara Vidya Dharma ini merupakan pemekaran dari Vihara Giri Surya.

Penyelenggara Katolik, Yohanes Setiyanto, S.S. menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan safari rutin Penyuluh Lintas Agama untuk membangun persaudaraan. “Kunjungan ini sebagai sarana untuk merekatkan tali persaudaraan antar umat beragama. Selain itu juga sebagai salah satu cara untuk mengenal wilayah Kulon Progo, khususnya Girimulyo,” ujar Setiyanto.

Kunjungan dikemas dengan bakti sosial membersihkan lingkungan sekitar dan dialog bersama umat Buddha di Vihara Vidya Dharma. “Bersih-bersih dan dialog santai, tetapi berisi. Hal ini merupakan sarana efektif berkomunikasi dan saling memahami,” sambung Setiyanto.

Ketua Vihara, Supomo mengapresiasi agenda bakti sosial tersebut. “Bakti sosial membersihkan tempat ibadah menjadi simbol kesediaan membersihkan diri dan hati. Kerukunan antar umat beragama dapat tercipta melalui penerapan sikap tidak berbuat jahat, menyucikan hati dan pikiran, serta berbuat kebajikan. Seperti bunga teratai yang selalu bersih meskipun tumbuh di tempat yang kotor,” ungkapnya.

Babinsa Kalurahan Jatimulyo, Adi sarjono menegaskan bahwa wilayah Jatimulyo merupakan daerah yang secara geografis sulit dijangkau. Namun masyarakatnya selalu hidup rukun. “Antar umat beragama saling bergotong-royong. Saat perayaan hari besar keagamaan, mereka saling membantu,” tegasnya.

Sementara Bhabinkamtibmas Polsek Girimulyo, Wahyu Fajar berharap agar kunjungan lintas dipupuk dan dilanjutkan. “Saya kepingin kunjungan seperti ini diteruskan dan dikembangkan. Sehingga kita saling kenal dan makin nyaman bekerjasama,” ujar Fajar.

Sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama aspek ekoteologi, dilepaskan burung perkutut untuk pelestarian. Salah satu umat Buddha, Budi Santosa, berharap pelepasan burung menjadikan wilayah Sonyo memberikan manfaat kedamaian. “Moga-moga, sini makin indah dan tenteram mendengar suara burung-burung,” sambut Budi. (bud/abi).

#KementerianSemuaAgama

#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *