Mahasiswa KKN UST Kenalkan Matematika Lewat Permainan Congklak di MIN 2 Kulon Progo

Kulon Progo (MIN2KP) — Suasana ruang kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kulon Progo tampak berbeda pada Senin (10/8/2026) pagi. Para murid telah bersiap duduk dengan rapi dan membentuk beberapa kelompok kecil. Hari itu, mereka mendapatkan pengalaman belajar baru yang edukatif dan menyenangkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).

Para mahasiswa KKN UST menghadirkan inovasi berupa pembuatan dan pengenalan media pembelajaran Matematika berbasis permainan dengan menggunakan Alat Peraga Permainan Congklak. Di bawah bimbingan salah satu mahasiswa KKN, Petrus Jefrison, para murid tampak sangat antusias mengikuti setiap arahan. Melalui metode berkelompok, mereka diajak mengeksplorasi konsep berhitung dan operasi Matematika dasar menggunakan media tradisional tersebut.

Petrus Jefrison menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengikis stigma bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang menakutkan. “Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan tidak monoton. Melalui alat peraga congklak ini, konsep Matematika yang abstrak dapat divisualisasikan dengan lebih konkret. Sehingga anak-anak bisa belajar berhitung dengan cara yang menyenangkan dan tanpa tekanan,” ujarnya.

Strategi pembelajaran ini terbukti berhasil memantik kegembiraan para murid. Salah satu murid kelas 4, Abel Garnetha Fabiola mengaku sangat senang karena ini merupakan pengalaman pertama baginya belajar Matematika menggunakan papan congklak. “Seru sekali. Ini pertama kalinya saya belajar Matematika pakai mainan congklak bersama teman-teman kelompok. Menghitungnya jadi lebih mudah dan tidak membosankan,” ungkapnya.

Inovasi kreatif dari mahasiswa KKN UST ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak madrasah. Kepala MIN 2 Kulon Progo, Hartati, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya terhadap kegiatan pembelajaran berbasis kearifan lokal tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran para mahasiswa KKN UST yang telah membawa warna baru di ruang kelas kami. Penggunaan alat peraga permainan tradisional seperti congklak ini tidak hanya mempermudah murid dalam memahami materi Matematika. Tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk melestarikan budaya bangsa sejak dini. Ini adalah pengalaman berharga bagi murid. Kami berharap metode kreatif seperti ini dapat terus diterapkan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini sinergi antara akademisi dan madrasah diharapkan dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan belajar yang transformatif, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi masa depan. (rin/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *