KUA Nanggulan Perkuat Kerukunan melalui Silaturahmi dengan Tokoh Agama

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan terus memperkuat kerukunan dan moderasi beragama melalui silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di wilayah Kapanewon Nanggulan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H.I., bersama Penyuluh Agama Islam Humaidi Khair, S.Sos., dan Riska Dewi Puspitasari, S.Sos.I.

Silaturahmi dilakukan dengan sejumlah tokoh agama, termasuk pengurus Gereja Santa Perawan Maria Tak Bercela dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Selain mempererat hubungan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi KUA Nanggulan untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para tokoh agama terkait kehidupan keagamaan dan kerukunan masyarakat.

Kepala KUA Nanggulan, Jemino, mengatakan bahwa pelayanan KUA tidak hanya dilakukan melalui layanan administratif di kantor, tetapi juga dengan membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.

“Melayani bukan hanya di balik meja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, mendengar, merangkul, dan memberikan pendampingan dengan hati. Melalui silaturahmi ini, kita memperkuat kepercayaan dan menjaga kerukunan,” ujar Jemino.

Romo Sapto Nugroho, S.Th.G., dari Gereja Santa Perawan Maria Tak Bercela, menyambut baik silaturahmi yang dilakukan KUA Nanggulan. Menurutnya, komunikasi lintas agama penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

“Kehadiran KUA Nanggulan di tengah kami adalah bentuk nyata dari toleransi yang hidup. Kami sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar Romo Sapto.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan LDII, Ustaz Arif. Ia berharap komunikasi dan silaturahmi lintas agama dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Semoga silaturahmi seperti ini terus terjalin dan menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya hidup berdampingan dalam damai,” ungkap Arif.

Melalui silaturahmi tersebut, KUA Nanggulan berupaya memperkuat komunikasi dengan tokoh agama sekaligus mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan harmonis di tengah keberagaman. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *