Manfaatkan Botol Bekas, Kelas III Musera Sukses Praktik Bowling

Kulon Progo (Musera) – Kegiatan olahraga bowling modifikasi yang dipandu oleh guru Fita Haryanti, S.Or. di Kelas III MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) pada Jum’at (21/8/2026) berlangsung dengan sangat ceria dan edukatif. Bowling sendiri adalah olahraga di mana pemain menggelindingkan bola khusus dengan tangan di atas lintasan datar untuk menjatuhkan 10 pin yang disusun berbentuk segitiga. Namun, demi menyesuaikan dengan kondisi madrasah dan usia anak-anak, materi olahraga kali ini dikemas secara kreatif menggunakan peralatan alternatif yang mudah ditemukan.
Guru Penjaskes Musera, Fita secara detail menjelaskan sistem permainan yang akan dilaksanakan oleh para murid. Dalam penjelasannya, ia menekankan pemanfaatan barang bekas sebagai pengganti fasilitas asli tanpa mengurangi esensi aturan bermain bowling.
”Anak-anak sekalian, karena kita belum memiliki lintasan dan pin bowling yang asli, hari ini digantikan pin dengan 5 botol yang diisi air dan disusun membentuk segitiga. Kemudian, kita akan menggelindingkannya menggunakan bola kasti ini secara bergantian,” jelas Fita.

Pelaksanaan kegiatan olahraga ini mendapatkan apresiasi dan respons positif dari pihak pimpinan madrasah yang selalu mendorong inovasi dalam pembelajaran. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I., menyatakan dukungannya secara penuh terhadap kreativitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran di luar ruangan.
”Saya sangat mendukung pelaksanaan olahraga sesuai jadwal ini karena metode kreatif seperti ini terbukti mampu meningkatkan kebugaran sekaligus memicu semangat belajar para murid tanpa terhalang keterbatasan alat,” ungkap Kamad.
Suasana di halaman madrasah mendadak riuh dan penuh tawa saat para murid Kelas III mulai mencoba menggelindingkan bola satu per satu. Salah satu murid Kelas III, Azzam Anandra Askari tampak menjadi salah satu peserta yang paling antusias dan gembira selama mengikuti permainan tersebut.
”Saya senang sekali dengan permainan bowling botol air ini. Karena seru dan menantang saat harus menjatuhkan semua botol yang dipasang,” kata Azzam.
Melalui modifikasi permainan bowling ini para murid tidak hanya berolahraga untuk menjaga kesehatan fisik. Tetapi juga belajar tentang sportivitas dan konsentrasi. Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang tersebut berjalan dengan lancar, tertib. Pihak madrasah berharap inovasi pembelajaran Penjaskes seperti ini dapat terus dipertahankan untuk menciptakan lingkungan madrasah yang menyenangkan. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!