Tanggap Indikasi 41 KPM Terlibat Judi Online, KUA Pengasih dan PKH Kedungsari Gelar Bimbingan Edukatif dan Spiritual

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Maraknya bahaya judi online yang menyasar penerima bantuan sosial mendapat perhatian serius dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan KUA Pengasih. Melalui program integrasi SIKAP BAIK dan Pusaka Sakinah, pertemuan P2K2 PKH digelar di kediaman Sumarni, Padukuhan Kedungsogo RT 030, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, pada Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi sarana edukasi krusial setelah Pendamping PKH Kedungsari, Eny Puri Rahayu, menyampaikan temuan di lapangan. Terindikasi sebanyak 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di wilayah Kedungsari terlibat dalam aktivitas judi online (judol). Eny menegaskan bahwa konsekuensi bagi penerima PKH yang terbukti menyalahgunakan dana atau rekening bansos untuk judi online adalah sanksi tegas berupa pencabutan atau penonaktifan status bantuan sosial secara permanen.

Menanggapi fenomena tersebut dari sudut pandang keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan pembekalan rohani berbasis Al-Qur’an. Ia membedah secara mendalam QS. Al-Ma’idah Ayat 90: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”

Musodiqin mengingatkan warga bahwa judi dalam bentuk apa pun, termasuk berbasis digital, merupakan perbuatan keji yang merusak tatanan ekonomi keluarga serta menjauhkan diri dari keberkahan rezeki.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menegaskan komitmen KUA Pengasih untuk terus mengawal dan memberikan pendampingan rohani di tengah masyarakat.

“Temuan 41 KPM yang terindikasi judi online ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Bantuan sosial merupakan amanah negara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga, bukan untuk dipertaruhkan dalam judi online. Melalui SIKAP BAIK dan Pusaka Sakinah, KUA Pengasih hadir bersama pendamping PKH untuk menyelamatkan tatanan keluarga, baik dari ancaman sanksi ekonomi maupun kerusakan moral dan spiritual,” tegas Rangga.

Melalui bimbingan langsung ini, diharapkan para KPM di Kedungsogo dan Kedungsari pada umumnya dapat makin bijak memanfaatkan bantuan pemerintah serta terhindar dari jeratan judi online demi menjaga keharmonisan dan masa depan keluarga.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *