Pererat Ukhuwah, KUA Nanggulan Ajak Jemaah Gayam Bangun Harmoni melalui 4T
Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Suasana teduh menyelimuti Masjid Al-Falah, Gayam, Banyuroto, pada Rabu (26/8/2026). Di tengah rutinitas harian warga, rombongan KUA Nanggulan melangkahkan kaki menyapa jemaah dalam agenda Safari Dhuhur. Bukan sekadar bersilaturahim, kedatangan mereka membawa pesan istimewa: empat kunci harmoni yang dirangkum dalam ta’aruf, tafa’ul, ta’awun, dan takaful.
Mohamad Romli, selaku kaum masjid, menyambut hangat rombongan KUA. “Kehadiran bapak-bapak dari KUA selalu kami nanti. Semoga hari ini menjadi ladang berkah bagi kami semua,” ujarnya dengan senyum ramah. Ia juga mengungkapkan bahwa jamaah Masjid Al-Falah cukup aktif, namun tetap haus akan bimbingan dan penyegaran rohani.

Safari kali ini terasa istimewa. Seusai salat dhuhur berjamaah, para jemaah diajak duduk melingkar layaknya pengajian keluarga. Bandar Nurul Baihaqi, S.Sos.I., Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, memulai dengan perkenalan diri. Lalu perlahan ia meramu pesan-pesan sederhana namun sarat makna.
“Kita sering bertemu, tapi apakah kita benar-benar saling mengenal? Itulah ta’aruf—awal dari segala kebaikan. Dengan mengenal, kita akan saling memahami. Dari memahami, lahir rasa tolong-menolong. Dan dari tolong-menolong, tumbuh keinginan untuk saling melindungi,” tutur Bandar dengan nada hangat.

Ia kemudian mengupas satu per satu nilai-nilai yang ia yakini dapat menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan berjamaah. Ta’aruf mengajarkan untuk saling mengenal dan menghilangkan sekat serta prasangka. Dari sana lahir tafa’ul, yaitu saling memahami dan belajar menerima perbedaan sebagai rahmat. Lalu ta’awun mengajak untuk saling menolong mengulurkan tangan tanpa pamrih. Dan puncaknya adalah takaful, yaitu saling melindungi dan menjaga satu sama lain dalam suka dan duka.
“Mari kita bangun masjid ini bukan hanya dengan batu dan semen, tapi juga dengan hati yang saling terhubung. Jamaah yang kuat adalah jamaah yang saling menjaga,” ujar Bandar mengakhiri tausiyahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh harap. Satu per satu jamaah mengangkat tangan, memohon keberkahan bagi masjid, keluarga, dan kampung halaman. (cho/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!