Hadiri Ngkaji Pendidikan, Kamad Musera Siap Implementasikan Gagasan

Kulon Progo (Musera) – Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera), Sumarsih, M.S.I., menghadiri undangan Ngkaji Pendidikan bertema Jatuh Bangunnya Peradaban pada Sabtu (29/8/2026) di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo. Acara berskala besar ini sukses menyedot perhatian insan pendidikan, dengan dihadiri oleh 750 peserta.

Suasana auditorium semakin prestisius dengan kehadiran para tamu penting. Termasuk jajaran Kepala Dinas Pendidikan dari empat kabupaten. Yaitu Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Hadir sebagai narasumber utama adalah Muhammad Nur Rizal, Ph.D., Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sekaligus Dosen DTETI UGM.

Dalam paparannya yang memukau di hadapan ratusan hadirin, Rizal menjelaskan secara mendalam tentang peran vital seorang pendidik dalam menata masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa guru memegang kasta tertinggi dalam sebuah struktur peradaban.

”Guru adalah rasul peradaban. Karena dalam sejarah, kasta tertinggi adalah Brahmana, yaitu guru. Kita saat ini tidak kekurangan gedung madrasah atau sekolah. Tetapi kita kekurangan institusi yang membuat sekolah itu benar-benar bekerja. Banyak anak-anak kita sekarang yang kekurangan moral dan kehilangan tujuan belajar. Perlu diingat, guru memang tidak mengubah negara secara langsung. Tetapi guru mengubah anak-anak. Dan anak-anak inilah yang nantinya akan mengubah negara,” tegas Rizal.

Menanggapi materi luar biasa tersebut, Kepala Madrasah Musera mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari 750 peserta yang mendapatkan asupan ilmu baru untuk dibawa pulang ke madrasah. ”Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa hadir dan ikut meramaikan agenda Ngkaji Pendidikan hari ini bersama ratusan rekan pendidik dan para Kepala Dinas se-DIY. Paparan dari narasumber benar-benar membuka mata dan menyadarkan kita kembali akan visi besar seorang guru. Ini menjadi pemantik semangat bagi kami di Musera untuk terus membenahi ekosistem belajar. Hal ini agar menjadi tempat yang menyenangkan dan bermakna bagi murid,” ungkap Kamad. (ist/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *