MI Muhammadiyah Serangrejo Lolos Seleksi Administrasi Program Sekolah Literasi Indonesia

Kulon Progo (MUSERA) – MI Muhammadiyah Serangrejo berhasil lolos seleksi administrasi program Sekolah Literasi Indonesia dan mengikuti seleksi lanjutan berupa observasi sekolah/madrasah, Sabtu (23/11). Observasi dilaksanakan selama setengah hari dengan beberapa rangkaian kegiatan di dalamnya, yang meliputi pengamatan kondisi sekolah/madrasah, wawancara khusus dengan kepala sekolah/madrasah, dan Forum Group Discussion (FGD) dengan seluruh guru.

Sekolah Literasi Indonesia merupakan program pendampingan yang dilakukan oleh Kawan (konsultan relawan) dari Dompet Dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, Sekolah Literasi Indonesia (SLI) mengirimkan 14 Kawan ke lima wilayah berbeda, salah satunya Kulon Progo. Wilayah lain yakni Semarang, Medan, NTB, serta Maluku Utara.

“Program ini akan berjalan selama dua semester di Kulon Progo. Program pendampingan semester pertama diberikan kepada SD/MI yang berada di Kecamatan Wates, Sentolo, dan Pengasih. Ini sudah berjalan beberapa minggu untuk tahap awal seleksi administrasi dan observasi ke sekolah-sekolah. Ada banyak kriteria yang menjadi acuan penilaian proses seleksi tahap observasi ini.” ungkap Irfa, salah satu tim dari Kawan.

SLI sendiri mempunyai 3 tahapan, yang pertama seleksi sekolah/madrasah, selanjutnya inkubasi kepala sekolah yang akan dilaksanakan selama 3 bulan yang berupa pelatihan dan pembuatan rencana tindak lanjut. Kemudian tahap yang ketiga implementasi dan pendampingan secara bertahap berdasarkan rencana yang telah dibuat.

Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo, Sumarsih, S.Pd.I.,M.S.I mengaku bersyukur madrasahnya dapat lolos tahap pertama dan saat ini sedang menjalani proses penilaian tahap kedua, mengingat banyak sekali sekolah di Kulon Progo yang mengikuti seleksi SLI ini. “Harapan saya dengan adanya program SLI, literasi siswa dan seluruh warga khususnya di MI Muhammadiyah Serangrejo menjadi lebih meningkat. Literasi tidak hanya membaca saja, namun juga keterampilan menulis, berhitung, dan memecahkan masalah. Dan hal itu sangat penting bagi generasi sekarang, karena menjadi modal dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berbudaya.” asanya. (del/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *