Kampanye Sadar Kerukunan dengan Pagelaran Wayang Kulit, Kakan Wahib Jamil Paparkan Moderasi Beragama

Kulon Progo (Kankemenag) – Kemenag memiliki program moderasi beragama. Program tersebut dalam upaya menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu dalam Kampanye Desa Sadar Kerukunan Berbasis Mandiri Budaya melalui Pagelaran Wayang Kulit di Balai Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo, Rabu (24/11/2021) malam.

“Program moderasi beragama tersebut dalam upaya menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

“Moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang agar terhindar dari perilaku  komitmen kebangsaan, sikap toleran, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya dan kearifan lokal. Dengan adanya cara pandang dan sikap moderat inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak dan penuh toleransi,” imbuh Kakan.

Sementara itu Pj. Lurah Jatimulyo, Risdiyanto mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Panca Manunggal oleh dalang Ki Suroso dari Kalurahan Jatimulyo tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam kampanye sadar kerukunan. “Pagelaran wayang kulit ini memang menjadi salah satu kegiatan dalam mengampanyekan sekaligus sosialisasi program Desa Sadar Kerukunan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kalurahan Jatimulyo oleh Kementerian Agama RI, melalui Kanwil Kemenag DIY telah ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan. Pencanangan Desa Sadar Kerukunan tesebut dilakukan oleh Bupati Kulon Progo dengan penyerahan secara simbolis bantuan program sebesar 30 juta rupiah. “Kegiatan malam hari ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap program Desa Sadar Kerukunan tersebut,” lanjut Risdiyanto.

Sedangkan Ketua FKUB Kulon Progo, Agung Mabruri Asrori, berharap dengan program Desa Sadar Kerukunan tersebut dapat mendorong Kulon Progo menjadi laboratorium kerukunan. (agg/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *