Literasi Digital dan Pembelajaran Bermakna Kelas VII MTsN 4 Kulon Progo
Kulon Progo (MTsN4KP) – Pembelajaran bermakna bagi siswa kelas VII merupakan salah satu implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN 4 Kulon Progo. Salah satu kegiatan dalam pembelajaran kelas Bahasa Indonesia mencoba menerapkan pembelajaran bermakna, terkhusus pada tujuan pembelajaran menyimak informasi/berita dari berbagai sumber. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, Siwi Nurdiani, S.Pd. memilih materi berita terkini yang hangat dibicarakan, sekaligus sebagai program peningkatan berliterasi digital sebagai salah satu program literasi yang dicanangkan oleh Kominfo. Rabu siang (10/1/2024) kelas VIIB melakukan kegiatan menyimak berita kemanusiaan mengenai etnis Rohingya di Aceh.
“Sebelum melaksanakan pembelajaran menyimak berita, terlebih dahulu saya melakukan polling melalui WA. Saya juga survei langsung di kelas mengenai berita apa saja yang sering mereka ikuti. Hasilnya prosentase terbesar siswa di kelas VII menyimak berita mengenai Palestina, disusul politik (debat capres), kemudian baru tentang Rohingya, kriminal, artis, dan kasus lainnya,” kata Siwi.
Ia kemudian memilih satu topik berita mengenai bencana kemanusiaan, sesuai dengan tema yang diangkat. Konteks pendidikan politik termasuk menjadi salah satu materi menarik kedua setelah isu Palestina. Hal ini menjadi indikasi yang baik bahwa siswa kelas tujuh MTsN 4 Kulon Progo telah memiliki ketertarikan dalam isu-isu sosial maupun politik. “Meskipun masih di permukaan, akan tetapi ini menjadi dasar yang baik agar kesadaran berliterasi yang positif menjadi gaya hidup generasi masa kini,” imbuhnya.
Pembelajaran bermakna di kelas dilakukan dengan mereka menyimak berita, kemudian mendiskusikannya bersama teman dalam satu kelompok, lalu membahasnya di kelas besar sebagai upaya meningkatkan keterampilan berdiskusi, berbicara, dan mengutarakan pendapat mengenai peristiwa-peristiwa terkini yang hangat dibicarakan. “Menjadikan materi Rohingya sebagai bahan menyimak tersebut diharapkan menjadi lebih bermakna, agar para siswa juga dapat mensyukuri nikmat kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan, sehingga dapat hidup aman damai seperti saat ini,” pungkasnya. (siw/abi).
Tetap sehat dan semangat
#No Korupsi
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!