Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Jadikan MUSERA Informan Ancaman Gempa

Kulon Progo (MUSERA) – Kamis  (13/3/2025) MI Muhammadiyah Serangrejo (MUSERA) menerima mahasiswa UNISA Yogyakarta. Mereka hadir mencari informasi pada guru-guru MUSERA dalam penelitian kesiapsiagaan ancaman gempa Megathrust. Alasannya adalah lokasi MI Muhammadiyah Serangrejo (MUSERA) berdekatan dengan laut selatan dengan jarak 3 km.

Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. mempersilahkan mahasiswa UNISA bernama M. Nelvandi Setiawan untuk menggali informasi kesiapsiagaan guru pada ancaman gempa tersebut. ”Terima kasih karena telah mempercayai dan memilih MI Muhammadiyah Serangrejo (MUSERA) sebagai informan kesiapsiagaan ancaman gempa Megathrust. Ada empat orang guru yang mewakili MUSERA, yaitu Fita Haryanti, S.Or. (guru Penjaskes), Istiqomah, S.Pd. (guru kelas VI), Nur Hidayat, S.Pd. (guru kelas III), dan Tentrem, M.Pd. (guru kelas IV),” ungkap Kamad.

Salah satu guru, Tentrem, M.Pd. menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi dilanda gempa Megathrust karena dikelilingi oleh laut. MI Muhammadiyah Serangrejo sangat berdekatan dengan laut selatan, kurang lebih berjarak 3 km. ”Gempa merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi. Hal ini akibat pelepasan energi dari dalam alam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Kami bersyukur pernah mendapatkan sosialisasi gempa dari MDMC Yogyakarta. Bagaimana cara penyelamatan diri dan melindungi diri dari bencana. Hal tersebut dijelaskan secara rinci, kemudian dipraktikkan bersama siswa MUSERA jika terjadi bencana gempa dengan menggunakan kode dari alat tradisional yaitu kentongan,” jelas Tentrem.

Sementara Nur Hidayat, S.Pd. mengungkapkan kesiapan madrasah dalam menghadapi gempa bumi. ”Madrasah melalui bimbingan MDMC Yogyakarta siap siaga menghadapi gempa. Di antaranya dengan menggunakan alat tradisional sebagai alat pemanggilan, menentukan jalur evakuasi, dan menentukan titik kumpul,” ungkapnya.

Guru Olahraga, Fita Haryanti, S.Or. menjelaskan dampak dari gempa. ”Gempa bumi dapat menimbulkan dampak yang menghancurkan. Kerusakan bangunan, jembatan, infrastruktur, dan bahkan juga mnyebabkan runtuh, nyawa hilang dan cedera yang sangat serius. Dan gambaran dari gempa megathrust dampaknya sangat menghancurkan. Karena megathrust adalah zona penunjaman dengan kedalaman sekitar 50 km,” jelas Fita.

Sedangkan Istiqomah, S.Pd. mengungkapkan dampak positif gempa. ”Gempa bumi yang terjadi akan mampu membuat daratan-daratan baru dan pelebaran pantai. Air mineral dan batu mulia naik ke permukaan sehingga mudah untuk ditambang. Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana kedepannya,” ungkap Istiqomah. (ist/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *