MAN 3 Kulon Progo Gelar Pengajian Nuzulul Qur’an, oleh Ustadz Subadri
Kulon Progo (MAN3KP) – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, MAN 3 Kulon Progo menggelar pengajian yang berlangsung pada Senin (17/3/2025) pagi di Masjid Sultan Agung, Kalibawang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan (tendik).
Acara diawali dengan Salat Dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan muqodaman, yaitu pembacaan Al-Qur’an bersama-sama. Setelah itu, suasana semakin syahdu dengan penampilan hadroh Al-Zamzami, yang membawakan lantunan shalawat sebelum pengajian dimulai. Selain itu, juga ada penampilan dari siswa boarding MAN 3 Kulon Progo.
Pengajian inti diisi oleh Ustadz Subadri, yang menyampaikan kajian tentang peristiwa turunnya Al-Qur’an dan proses penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam ceramahnya, Ustadz Subadri menjelaskan bahwa ada lima cara turunnya wahyu, yaitu:
- Malaikat Jibril menyerupai manusia dan menyampaikan wahyu secara langsung.
- Malaikat Jibril berbicara dengan suara tanpa menampakkan wujudnya.
- Malaikat Jibril menampakkan wujud aslinya saat menyampaikan wahyu, seperti yang terjadi di Gua Hira.
- Wahyu terdengar seperti bunyi lonceng dan angin ribut, yang menjadi cara paling berat bagi Nabi Muhammad SAW untuk menerimanya.
- Melalui mimpi, di mana wahyu datang dalam bentuk petunjuk yang kemudian terbukti kebenarannya.
Kepala MAN 3 Kulon Progo, Syaefulani, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membaca tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga ajakan bagi kita semua untuk lebih mencintai Al-Qur’an. Siswa diharapkan tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami maknanya dan mengaplikasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujar Syaefulani.
Pengajian ini berlangsung dengan penuh khidmat, dan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta kecintaan seluruh warga madrasah terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.(fif/dpj)
Bravo