Sosialisasi Anti Perundungan MIM Kenteng Bersama KKN UIM Yogyakarta
Kulon Progo (MIM Kenteng) – Madrasah bersama dengan mahasiswa KKN UIM Yogyakarta menggelar sosialisasi anti perundungan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk siswa dan wali kelas tinggi pada Kamis (28/8/2025) di Masjid Kholid bin Walid Kenteng.
Kepala MIM Kenteng, Murtana, S.Pd.I. menyampaikan manfaat sosialisasi bagi siswa madrasah. “Sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) memiliki banyak manfaat krusial bagi siswa madrasah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghentikan perilaku perundungan. Tetapi juga membangun karakter dan lingkungan madrasah yang lebih positif sesuai dengan nilai-nilai agama,” ungkap Murtana.
Mahasiswa UIM, M Azam Hasani menyampaikan materi anti perundungan. “Kegiatan ini menanamkan nilai-nilai Islam tentang budaya saling menghormati. Yaitu mengajarkan untuk tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, mendorong siswa untuk menyebarkan kasih sayang, bukan kebencian, dan mengajarkan bahwa setiap orang diciptakan unik dan memiliki kelebihan masing-masing,” jelas Azam.
“Adapun yang bisa dilakukan di antaranya guru harus peka terhadap tanda-tanda bullying. Bahkan yang terlihat sepele seperti ejekan atau olok-olok. Mengadakan kampanye anti-bullying, seminar, dan sosialisasi secara rutin untuk seluruh warga madrasah, termasuk siswa, guru, dan staf. Membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi dan menangani kasus bullying,” tambah Azam.
Guru MIM Kenteng, Beny Mualim, M.Pd. juga menambahkan peran guru di madrasah, “Guru memegang peran kunci dalam mencegah dan mengatasi perundungan di lingkungan madrasah. Sikap proaktif dan peduli dari seorang guru dapat menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi semua siswa,” ujar Beny. (ras/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!