Tingkatkan Kapasitas Calon Pengantin Membaca Al Qur’an, KUA Sentolo Adakan Bimbingan Perkawinan

Kulon Progo (KUA Sentolo) – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran calon pengantin tentang pentingnya literasi Al Qur’an, KUA Sentolo berikan penguatan cara membaca Al qur’an yang baik dan benar bagi 20 pasang calon pengantin pada kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), pada Kamis, (11/09/2025) di Balai nikah KUA setempat.

“Sejak awal, KUA Sentolo berkomitmen untuk menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, sehingga setiap calon pengantin sudah benar-benar siap secara lahir dan batin. Setiap penyelenggaraan Bimwin di KUA Sentolo, peserta selalu hadir maksimal. Jika karena salah satu hal ada peserta yang tidak bisa hadir, maka akan dipanggil dilain hari untuk mengikuti Bimwin secara mandiri di kantor,”. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Penyuluh Agama Eneng Hilda Herlina, S.Ag.,

Eneng Hilda Herlina, S.Ag., selaku penyuluh agama KUA Sentolo yang memiliki keahlian khusus yakni qiroah. Dalam paparan materinya Eneng memberikan materi menganai pentingnya membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Dalam hal ini peserta bimwin diajak mempraktikkan membaca Al Qur’an surah Al Fatihah secara bersama. “Peserta kita ajak membaca Surah Al Fatihah secara baik dan benar, karena Al Fatihah merupakan rukun shalat., terlebih sang suami ketika diminta menjadi imam shalat, maka bacaannya harus benar sesuai kaidah ilmu tajwid,” ungkapnya.

Lebih lanjut Eneng menyampaikan pentingnya memasyarakatkan membaca Al Qur’an dalam keluarga, terlebih untuk mentarbiyah anak-anaknya. ketika orang tua rajin beribadah, terlebih untuk membudayakan membaca Al Qur’an dalam keluarga, secara tidak langsung telah mendidik anak, walaupun masih kecil dengan nilai-nilai Ketuhanan.

“Anak akan merekam setiap aktivitas orang tuanya, maka memori anak harus diisi dengan nilai-nilai Ketuhanan dan akhlaqul karimah, termasuk istiqomah dalam bacaan Al Qur’an. Dengan kebiasaan seperti itu, maka anak akan mudah menerima nasihat dan tarbiyah dari orang tuanya”. Pungkasnya.

Diakhir acara, peserta diajak mengisi evaluasi kuis interaktif menggunakan wayground sebagai evaluasi materi. Peserta merasa senang mendapatkan ilmu baru dalam membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. (skd/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *